m,shodiq, Kmu mengeluarkan dalil dalil yang banyak liberal. Keluar sama bini orang juga boleh ya? satu hari kamu akan di bunuh juga…… amin
Demikian pernyataan dari seseorang yang menyebut dirinya “Bukhari” tadi sore, pukul 17.37 WIB. Alamat IP-nya: 220.255.7.172. Alamat ini berlokasi di Singapura. (Lihat IP Whois Information for 220.255.7.172.) Namun, alamat eMailnya (dia menyebutkan: bukhari@yahoo.com) yang terdaftar di Friendster menunjukkan bahwa dia berlokasi di Malaysia. Jadi, aku akan dibunuh oleh orang Malaysia atau Singapura?
Entahlah. Setidak-tidaknya, apabila nanti aku meninggal dunia secara tidak wajar, informasi di atas dapat digunakan oleh petugas penegak hukum untuk melacak jejak sang tersangka utama.
Untuk sekarang, cukuplah aku sampaikan tanggapanku terhadap pernyataan tersebut:
@bukhari
1) Kalau tidak setuju dengan dalil yang saya kemukakan, silakan ajukan bantahan dengan dalil lain yang menurut Anda lebih kuat.
2) Saya tidak pernah menyuruh orang untuk keluar dengan bini orang. Yang saya katakan, hendaklah kita mengikuti sunnah Rasulullah saw. dan para shahabat beliau, termasuk dalam hal saling menghargai antara suami dan istri.
Apabila Anda menilai itu liberal, silakan. Biarlah dicap liberal, asalkan saya mengikuti jalan Islam yang sebenar-benarnya sesuai petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi.
3) “Dan kepada Allah sajalah aku mohon pertolongan terhadap apa yang kalian beritakan.” (QS Yusuf [12]: 18)



31 Agustus 2008 pukul 09:45
Asslamulaikum Mas Shodiq
kalo saya lihat komen orang itu, kayaknya bukan dia yg akan bunuh mas. kata-kata “satu hari kamu akan di bunuh juga…… amin” bisa berarti bahwa siapa saja akan bisa membunuh Mas Shodiq. Saya kok heran masih ada saja yang pakai cara2 teror melalui blog.
Salam
31 Agustus 2008 pukul 12:43
Ya, secara harfiahnya memang penafsirannya begitu.
Cuman, “menginginkan seseorang terbunuh” dapat menjadi motif seseorang untuk melaksanakan pembunuhan itu sendiri atau setidak-tidaknya menyuruh orang lain untuk melakukannya. Ini tidak mustahil, bukan?
1 September 2008 pukul 06:36
WAHHH ,, Hati2 yah mas ..
1 September 2008 pukul 10:38
salam bro,
sebagai manusia mmg wajar utk merasa khuatir. mendingan kamu rujukkan perkara ini pada Computer Forensic Investigation and Litigation Singapore, agar bisa menghapuskan rasa khuatir itu.
1 September 2008 pukul 11:54
Assalamu’alaikum, salam persahabatan untuk sahabat M. Shodiq, setelah saya telaah artikel-artikel yang sahabat kemukakan ini, dan tentunya merujuk pada ulama-ulama yang barangkali sahabat yakini benar, maka akan sangat wajar jika sahabat kemudian dikategorikan sebagai kelompok islam liberal, memandang islam dengan tinjauan rasional, sama seperti dedengkot islam liberal di negeri ini. Ulama yang sahabat sodorkanpun adalah ulama yang berpikiran “liberal’ terhadap agamanya, contohnya seperti Quraish Shihab. Pun kemudian “justifikasi” yang selalu diberikan oleh kelompok liberal ini yang seolah-olah mereka yang benar-benar memperjuangkan atau berjalan diatas agama islam ini secara benar, sama persis seperti yang saya baca di blog sahabat. Mohon maaf sahabat, saya hanya menyarankan, untuk memahami ajaran agama, maka sahabat harus masuk dalam konteks agama tersebut, jangan kemudian sahabat campur-adukkan dengan doktrin-doktrin yang telah tertanam didalam pikiran sahabat yang kemudian dijadikan mitra atau bahkan sebagai alat utama dalam memberikan analisis terhadap salah satu aturan, syiar, ataupun penafsiran kitab suci dan agama. Bukan berarti saya memberikan saran seperti ini seolah-olah saya juga yang paling benar, tapi konteks pemahaman terhadap islam seperti yang sahabat alami sama persis seperti yang saya alami 4-5 tahun kebelakang, tapi kemudian saya mengucapkan syukur kepada Allah yang memberikan hidayah baru kepada saya untuk segera melepaskan diri. Kuncinya adalah suatu keikhlasan dan niat baik untuk memperdalam dan mendekatkan diri pada Sang Maha Penguasa Makhluk, tidak ada kepentingan apapun yang dapat mereduksinya, insyaallah
1 September 2008 pukul 13:15
@ agunk agriiza
Ya, makasih atas perhatiannya.
@ syah
Bro syah bisa bantu carikan informasi itu?
@ jundul
Salam persahabatannya saya terima dengan suka-cita.
Meski kita sama-sama Islam, saudara sesama muslim, tahap “keislaman” kita tampaknya memang berlainan. Saya sendiri, 25 tahun yang lalu (ketika masih remaja), berpandangan seperti jundul sekarang, bahkan lebih keras. Syukurlah beberapa tahun kemudian, Allah memberi kesempatan kepada saya untuk mengkaji Islam dengan lebih mendalam (sebatas kemampuan saya), yang membuat saya lebih mensyukuri keislaman saya sekarang ini.
Biarpun dalam hal ini kita berbeda, fastabiqul khayraat (marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan).
wa’alaykumus salaam…
1 September 2008 pukul 13:43
Gak ngerti nihsaya mas…..
1 September 2008 pukul 16:26
waduh, budaya kekerasan agaknya sudah mulai merangsek ke kompleks blogosphere juga, haks…. yang sabar aja, pak, berbeda pendapat akan membawa rahmat, kok. yang saya sayangkan, kenapa perbedaan mesti diselesaikan dg cara2 kekerasan. kan ad acara yang lebih santun dan manusiawi. sukses selalu buat pak shodiq, selamat menunaikan ibadah puasa,
1 September 2008 pukul 17:35
Wah…, senang ketemu blog muslim yang moderat (kalau anda claim liberal, bisa beresiko seperti JIL).
Selamat menunaikan ibadah puasa.
Salam.
1 September 2008 pukul 23:26
@ Mudabentara
Orang yang secara tersirat mengancam hendak membunuhku itu tampaknya tidak bisa menerima keberadaan artikelku mengenai saling menghargai antara suami dan istri.
@ Sawali Tuhusetya
Iya, Pak Sawali. Mari kita biasakan diri untuk senantiasa beradab, termasuk dalam berbeda pendapat.
@ Iman Kristen
Terima kasih atas kunjungannya, juga doanya.
Salam kembali.
1 September 2008 pukul 23:30
[...] Nabi kemudian bersabda, “Seandainya dia kau bunuh, umatku tidak akan pecah sesudah ini.” [...]
3 September 2008 pukul 10:01
bro m,shodiq,
ini satu hikmah utk bersama..
utk kebaikan bersama, sebenarnya nggak sukar. sila layari http://www.forensic.com.sg/ or sila hubungi embassy utk tindakan Interpol.
kalo beneren extremist emang cocok ,dibawa ke jalur hukum, jika sebaliknya mendingan dijadikan teman.
salam
6 September 2008 pukul 12:41
pengalaman saya sih, cuekin aja komentar yg ga jelas. tentu apa pun yg kita tulis, konsekuensinya pasti ada yg pro dan kontra, meski kita menulis soal suatu fakta yg kebenarannya ga terbantahkan lagi.
soal IP address jgn terlalu percaya karena bisa jd dia pake hidden IP seperti yg pernah saya lakukan tahun lalu. meski saya tetep di rumah yg sama di indonesia, org kira saya lagi bepergian ke benua lain
30 April 2009 pukul 22:57
[...] kemudian bersabda, “Seandainya dia kau bunuh, umatku tidak akan pecah sesudah [...]
21 Juni 2009 pukul 11:33
Hehehe.. Nampaknya orang Malaysia atau Singapura itu belum mampu menemukan anda, atau.. Dia udah dikebumikan kali ya?