Takwil Mimpi: Bertemu “Rasulullah” yang sedang menenggelamkan umat yang maksiat

Ass,,Ustad saya mau tanya ttg tafsir mimpi saya dulu sya waktu smp pernah mimpi bertemu rosululoh saw disuatu pemerintahan kerajaan di pemerintahan itu ada rakyat yang banyak melakukan maksiat pada saat saya melihat rosullulloh ketika itu rosulluloh memercikan sedikit air pada masyarakat tersebut kemudian terjadilah banjir yg amat besar dan saya memanggil dan berkata pada rosul sebelum memercikkan air tersebut ”jangan ya rosullulloh” tetapi rosullulloh tetap memercikkan air tersebut kemudian terjadilah banjir yang banyak menenggelamkan rakyat tersebut, kemudian rosull berlahan lahan menjauh dan hilang sambil saya terus memanggil rosulluloh rosululoh.. ustad mohon ditafsirkan mimpi sya karena sya pensran ktnya yng mimpi bertemu rosull itu emang benar……..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Ada banyak orang yang salah sangka bahwa bila mimpi bertemu Nabi Muhammad saw maka pastilah “itu emang benar”. Mereka menggunakan dalil:

”Barangsiapa yang melihatku di saat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga; dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhari)

Masalahnya: Benarkah dalam mimpimu itu dirimu bertemu dengan Rasulullah saw? Bagaimana bisa yakin bahwa itulah Rasulullah sedangkan kita tidak mengenal wajah Rasulullah?

Kita bisa mengeveluasinya dengan sifat-sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Apabila sifat “rasulullah” di dalam mimpi itu sesuai dengan sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka mungkin saja dirimu memang bertemu Rasulullah saw dalam mimpi tersebut. Namun kalau sifat “rasulullah” di dalam mimpi itu tidak sesuai dengan sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka mungkin itu adalah setan yang mengaku-aku sebagai beliau.

Karena itu, marilah sekarang kita kaji apakah Rasulullah saw. suka membasmi umat yang maksiat. Mari kita perhatikan hadits-hadits shahih berikut ini.

Dari Ummu Habibah r.a. berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Telah ditunjukkan kepadaku apa-apa yang akan terjadi pada umatku. Mereka saling membunuh, sehingga aku bersedih karenanya; dan begitu jugalah umat-umat sebelum mereka. Maka aku memohon kepada Allah agar memberikan hak syafa’at kepada umatku pada hari kiamat, dan Allah mengabulkannya.” (HR Baihaqi, Hakim, Ibnu Abi ‘Ashim dan yang lainnya. Lihat ash-Shahihah 1440.)

Dari ‘Abdurrahman bin ‘Uqail r.a. berkata, “… Seorang diantara kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Mengapa engkau tidak meminta kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman?’ Beliau tertawa seraya bersabda, ‘Mungkin sahabatmu ini [yaitu Nabi Muhammad] mempunyai sesuatu yang lebih baik daripada kerajaan Nabi Sulaiman a.s.. Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, kecuali pasti Allah memberinya satu doa mustajab. Diantara mereka ada yang meminta kenikmatan dunia, mereka pun mendapatkannya. Ada yang meminta pembasmian umatnya [yang membangkang], maka umat itu pun binasa karenanya. Begitu pula, sesungguhnya Allah telah memberiku [kesempatan untuk] satu doa [yang pasti mustajab], tetapi aku menyimpannya di sisi Allah sebagai syafaat untuk umatku pada hari kiamat nanti.'” (HR Thabrani, Bazzar, dengan sanad bagus. Syaikh al-albani menshahihkannya. Lihat Takhrij as-Sunnah 724)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ada sebagian dari umat ini yang akan masuk neraka dan tidak ada yang tahu berapa jumlahnya selain Allah, hal itu dikarenakan oleh kemaksiatan mereka kepada Allah, keberanian mereka untuk berbuat maksiat kepada Allah dan keluarnya mereka dari ketaatan kepada-Nya, tetapi kemudian aku diberi izin untuk memberi syafaat, maka aku segera memuji-Nya sambil berdiri, kemudian dikatakan kepadaku, ‘Angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Dan berilah syafaat, engkau akan diberi [hak] syafa’at.'” (HR Ahmad. Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib 3639.)

Hadits-hadits shahih tersebut menunjukkan bahwa membinasakan umat yang maksiat bukanlah sifat Nabi Muhammad saw. Jadi, di mimpi tersebut kamu tidak benar-benar berjumpa dengan beliau. Aku menduga, itu adalah setan yang mengaku-aku sebagai beliau dan hendak menjerumuskan dirimu. Mungkin saja setan menampilkan diri dalam sosok yang begitu agung, sehingga kau menyangka dia Rasulullah. Karena itu, berlindunglah kepada Allah dari segala godaan setan.

Comments
9 Responses to “Takwil Mimpi: Bertemu “Rasulullah” yang sedang menenggelamkan umat yang maksiat”
  1. agus mengatakan:

    Betul banget…..tidak sembarangan orang bisa bertemu rassul dlm mimpi.
    Jika ada yang mengaku dirinya pernah bertemu dengan rassul dlm mimpi, ya seperti yang dijelaskan di atas bahwasanya itu adalah syetan yang menggoda manusia

    • HAMBA mengatakan:

      ARTINYA : BYK ORG2 MELAKUKAN MAKSIAT LALU RASUL MEMERCIKKAN AIR ARTINYA MEMOHONKAN AMPUN ,, LALU SEMUA TENGGELAM ARTINYA ; ALLAH MEMBERI MEREKA HUKUMAN UTK MENGAMPUNI DOSA2 MREKA ..

  2. denindodutacipta mengatakan:

    Ass.ADUH…SAYA JADI TAKUT DENGAN DOSA-DOSA SAYA YANG…???
    SALAM KENAL YAH…ARTIKEL-ARTIKEL BAGUS DAN MENARIK…

    http://DUTACIPTA.WORDPRESS.COM

  3. adeiwanst mengatakan:

    masa sih setan bisa menjelma menjadi Rasulullah SAW? walaupun dalam mimpi …. Ustadz bilang “Aku menduga, itu adalah setan yang mengaku-aku sebagai beliau dan hendak menjerumuskan dirimu.” <=== "menduga" … .Apa itu tercantum di penjelasan mengenai hadits tersebut diatas?. "setan tidaklah dapat menyerupaiku" <=== kalo begitu maksudnya ini apa?

    Bukankah "Tenggelam" termasuk mati syahid (syahiduddunya).

    • M Shodiq Mustika mengatakan:

      @ adeiwanst
      1) Setan tidak bisa menjelma menjadi Rasulullah saw. Masalahnya: bagaimana kita bisa yakin sosok Rasulullah saw sedangkan kita tidak pernah melihatnya?
      2) Tenggelam dan “menenggelamkan” itu berbeda.

  4. triwiyono mengatakan:

    as,wr,wb wahai saudaraku benar sekali, kita tidak boleh gegabah dalam menafsirkan mimipi, karena mimpi itu bisa dari Allah juga bisa datang dari syetan. tetapi disini demi Allah benar-benr terjadi sekitar 3 kali istriku bermimpi bertemu dengan rosulullah salah satunya ketika rosul sedang memberikan pelajaran kepada para sahabat dlam majelis ilmu, ketik itu rosul berpakaian jubah putih.

  5. Ivan Setiawan mengatakan:

    sya jga pnah bermimpi bertemu dengan rosulullah bliau mnatap sya gdn mtanya yg indah & wajah bersih & brwibawa, brewok tdak brkmis, dgn pkai’an htam & muncul suara dr tlinga kanan sya mengatakan bhwa itu adlh rosulullah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.