Perlukah memusuhi Salafi dan Islam Liberal?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kelompok yang menyebut diri mereka salafi dan kelompok Islam liberal mendapat citra yang buruk pada kalangan mayoritas (jama’ah) yang berada di “tengah-tengah” kedua kelompok ini. Mengapa demikian? Begini, banyak orang mengklasifikasi umat Islam saat ini ke dalam empat kelompok/aliran: [1] Islam fundamentalis (salafi/wahhabi), [2] Islam liberal, [3] Islam modern (tajdid), dan [4] Islam tradisional. Seringkali klasifikasi seperti itu dipahami secara terlalu “tajam”, sehingga kedua kelompok pertama itu dipandang secara negatif. Karena dipandang penuh dengan kesalahan, kedua kelompok pertama itu seringkali mendapat cibiran dan bahkan permusuhan dari kelompok ketiga dan keempat yang merupakan mayoritas.

Baca entri selengkapnya »

Semangat orang Islam dalam menyambut Natal

Barusan aku browsing di internet. Aku nyari tau gimana sikap saudara2ku sesama muslim dalam “menyambut” Natal. Salah satu kesimpulanku, ternyata ada sekelompok muslim di dunia maya ini yang paling bersemangat dalam menyambut Natal. Tahukah kau?

Baca entri selengkapnya »

Muhammadiyah sebagai Ormas Islam Moderat

Muhammadiyah sebagai kekuatan Islam moderat tidaklah mengada-ada karena watak dasarnya sejak awal memang moderat. Muhammadiyah tidak masuk ke ranah dan menjadi kekuatan politik sebagaimana Sarekat Islam. Muhammadiyah menurut temuan Deliar Noer tidak sekeras Persatuan Islam, kendati sama-sama menampilkan corak gerakan Islam modern. Muhammadiyah dalam berakidah kendati sering diidentikkan sebagai bercorak “salafiyah”, namun watak dan orientasi pemikirannya lebih kuat pada tajdid (pembaruan), sehingga boleh dikatakan sebagai “salafiyyah tajdidiyah” atau salafiyah-reformis. Azyumardi Azra bahkan mengkategorisasikan Muhammadiyah sebagai “salafiyyah washathiyyah” atau “salafiyah tengahan”, untuk membedakannya dari salafiyah atau gerakan “salafi” yang kini menunjukkan eksistensinya sebagai “harakah” yang cenderung serba literal dan kaku.

Baca entri selengkapnya »

Kelahiran Islam Moderat di Indonesia

Awal abad ke-20 ditandai lahirnya gerakan-gerakan Islam yang monumental. Gerakan Islam tersebut telah mengukir tinta emas baik untuk kebangkitan Islam maupun pergerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia, yang kemudian dikenal dengan organisasi kemasyarakatan Islam.

Baca entri selengkapnya »

Fatwa: “Rambut wanita bukan aurat.”

Dalil-dalil yang sah mengenai aurat wanita atau pun pria tidak semuanya qath’i (tegas) dalam segi dalalah (indikasi). Dengan demikian, masalah aurat itu terbuka untuk ijtihad. Dalam ijtihad, wajar saja jika terdapat perbedaan-perbedaan meskipun sama-sama berlandaskan Al-Qur’an dan hadits shahih.

Karenanya, Baca entri selengkapnya »

Problematika Istilah Islam Moderat by Adian Husaini

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-152: Akhir-akhir ini seperti sudah menjadi keharusan opini di berbagai media massa, bahwa di zaman globalisasi, corak keberislaman yang ‘baik’ adalah menjadi Muslim yang moderat. Dengan kata lain, bukan menjadi Muslim yang liberal atau yang radikal. Istilah “moderat” ini dimunculkan dan dipopulerkan oleh berbagai kalangan, baik cendekiawan, kepala Negara/pemerintahan Muslim, atau tokoh-tokoh agama. Apakah sebenarnya makna “Islam moderat”, yang kadang-kadang disamakan dengan istilah “ummatan wasatha”?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Moderat. Leave a Comment »

aku cinta Yenny Zannuba Wahid

Selaku orang awam, aku kurang mengenal Yenny Zannuba Wahid, putri Gus Dur. Hanya sesekali aku melihat wajahnya di televisi. Namun tulisannya, “Mengaktualkan Sinergi NU-PKB” (Jawa Pos, 4 Januari 2008), membuatku jatuh cinta kepadanya.

Baca entri selengkapnya »