Kesalahan Istikharah SBY dalam Memilih Cawapres Boediono

Baru-baru ini aku membaca gugatan dua orang blogger mengenai istikharahnya SBY dalam memilih cawapres Boediono. Blogger pertama (nirwansyahputra) langsung menegur, “SBY, Jangan Main-main dengan Istikharah!” Blogger kedua (nusantaraku) mempertanyakan, “Dan apakah sosok ekonom seperti Boediono memang merupakan pilihan Tuhan untuk memimpin negeri ini? Apakah Tuhan memang memilih sosok ekonom yang enggan membantu rakyat kecil disisi lain senang membantu pengusaha kaya? Atau sebaliknya, “istikharah” hanyalah kedok politik atas nama Agama?

Kedua blogger tersebut menggunakan sudut pandang logika dalam analisis mereka. Di sini, aku hendak menggunakan sudut pandang agama Islam. Kebetulan, masalah istikharah bukanlah perkara yang asing bagiku. (Selama ini, ada dua buku karyaku mengenai istikharah, yaitu Rahasia Sholat Istikharah dan Istikharah Cinta.)

Pertanyaan yang hendak kujawab dalam postingan ini adalah: Apakah dalam memilih Boediono sebagai cawapres, SBY sudah melakukan istikharah sesuai dengan ajaran agama Islam? Kalau belum sesuai, di manakah letak kesalahannya atau kekurangsempurnaannya? Baca entri selengkapnya »

Fatwa MUI: Golput haram, rokok makruh-haram

Kudengar berita, baru saja MUI keluarkan fatwa yang agak sensitif. Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Barat Gusrizal Gazahar mengatakan, ulama sepakat memutuskan golput hukumnya haram jika ada pimpinan yang dipilih memenuhi syarat. Sebaliknya, bila ada seseorang yang tepat untuk menjadi pimpinan tetapi pemilih memutuskan Golput hukumnya juga haram. “Dalam Islam, memilih pimpinan itu wajib, asal[kan] pimpinan yang dipilih itu memenuhi persyaratan,” kata Gusrizal. (Sumber: Tempo Interaktif)

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan, ijtimak ulama memutuskan merokok hukumnya ’’dilarang’’, yakni antara haram dan makruh. Maksudnya, hukumnya makruh bagi orang-orang pada umumnya, tetapi haram bagi orang tertentu atau dalam keadaan tertentu. Yang diharamkan merokok adalah “ibu-ibu hamil, anak-anak, di tempat umum, dan pengurus MUI,” katanya di aula Perguruan Dinniyah Putri, Jalan Abdul Hamid Hakim, Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), Ahad (25/1). (Sumber: Riau Pos) (Catatan: Makruh itu sendiri terdiri dari dua macam: [1] makruh yang dekat dengan halal dan [2] makruh yang dekat dengan haram. Dalam fatwa MUI ini, hukum rokok adalah makruh yang dekat dengan haram.)

Baca entri selengkapnya »

Ketika Israel hendak menghabisi Palestina, akankah kita menghabisi tokoh-tokoh muslim Indonesia?

Setelah tokoh Muhammadiyah (Pak Dokter Sudibyo) dicerca, kini giliran tokoh NU (Gus Dur) dihujat. Pemicunya sama, yaitu dianggap condong ke arah Israel. Besok dan besoknya lagi, siapakah tokoh kita yang akan kita “bantai”? Dengan kata lain, ketika Israel hendak menghabisi Palestina, akankah kita (umat Islam Indonesia) hendak “menghabisi” tokoh-tokoh kita sendiri? Apakah warga Palestina yang sedang terzalimi itu akan bersorak gembira menyaksikan kita menghabisi tokoh-tokoh muslim Indonesia?

Baca entri selengkapnya »

Bila tokoh Muhammadiyah “merangkul” syetan (Israel)

Dalam menyanggah berita sepihak yang berasal dari koran Israel bahwa Muhammadiyah menjalin kerjasama dengan Israel, dr Sudibyo Markus menyampaikan sebuah penjelasan yang mengundang tanda tanya kita, “Sebagai orang Muhammadiyah, saya ingat ucapan pak Farid Ma’ruf. Jangankan dengan manusia, dengan syetan-pun kalau perlu dirangkul. Apalagi ini menyangkut kemanusiaan.” Mungkin pernyataan tersebut bisa sangat mengagetkan kita, terutama bagi sebagian diantara kita yang belum cukup mengenal Muhammadiyah. “Merangkul syetan? Gak salah, tuh?” Barangkali beginilah tanggapan kita. Nah, bagaimana kita bisa memahami pernyataan “merangkul” syetan tersebut?

Baca entri selengkapnya »

Mengapa orang-orang baik itu ikut korupsi?

Setiap kali saya melangkah, seringkali saya menjumpai korupsi. Di lembaga pendidikan, instansi pemerintah, perusahaan swasta, bahkan juga di rumah tangga. Ada apa gerangan? Mengapa korupsi itu menjadi budaya Indonesia di masa kini? Mengapa ada banyak orang yang dikenal baik dan terhormat di mata masyarakat ternyata juga melakukan korupsi?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ekonomi, Politik. 4 Komentar »

aku cinta Yenny Zannuba Wahid

Selaku orang awam, aku kurang mengenal Yenny Zannuba Wahid, putri Gus Dur. Hanya sesekali aku melihat wajahnya di televisi. Namun tulisannya, “Mengaktualkan Sinergi NU-PKB” (Jawa Pos, 4 Januari 2008), membuatku jatuh cinta kepadanya.

Baca entri selengkapnya »

Setuju PERANGI nonMuslim? (PR untuk Aktivis Parpol)

“61,4 persen setuju untuk memerangi orang nonmuslim … 20 persen setuju dengan bom Bali, dan 18 persen setuju perusakan gereja.” Demikian kabar dari Prof Dr Nur Syam Msi, “Agama dalam Spiral Kekerasan”, Jawa Pos, 5 Januari 2008.

Saya belum tahu dari mana Pak Nur Syam mendapatkan data survei tersebut. Seandainya data tersebut memang dapat dipertanggung-jawabkan, alangkah besar makna tersiratnya.

Bayangkan! Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Politik, Radikal. 4 Komentar »