Jilbab, Tunangan, Mahar, dan Istikharah

P. Shodiq, sy ingin menanyakan “Apakah pertunangan itu termasuk hal yang dibolehkan?” Sy sekarang memiliki seorang “tunangan”, wanita tersebut dikenalkan oleh seseorang kepada sy. Awalnya kita telp. dan SMS-an dan setelah itu kita sering bertemu. Sy tidak ingin mengikuti model “Pacaran pra Nikah”, akhirnya sy katakan kesungguhannya untuk memperisterinya. Dia dan keluarganya tidak menolak dengan syarat tertentu. Salah satu syaratnya dia ingin menikah selepas dia selesai kuliah. Waktu terus berjalan, dan akhirnyapun sy bertunangan dengannya. Tapi sy ragu “Apa dia jodoh terbaik untuk sy?” karena:

  1. Dia enggan menggunakan hijab, padahal sy sudah seringkali menasehatinya.
  2. Dia meminta jangka waktu seperti sy ceritakan di atas, yang mana sy khawatir tidak dapat melaluinya.
  3. Dia meminta mahar yang relatif tinggi.
  4. Sy pernah menguji dia tentang loyalitasnya pada keluarga saya, tetapi dia sepertinya kurang menerima keadaan keluarga saya.

Karena itu sy ingin jawaban Bapak, sebagai bagian dari istikharah sy.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca entri selengkapnya »

Hargailah perbedaan pendapat masalah aurat!

pak ustad… artikel anda memang sangat bagus… pertimbangan anda dalam bidang fikih memang luar biasa… namun dalam masalah aurat ini mungkin bapak juga harus berhati-hati dalam mengambil keputusan…

yaa,,kita semua memaklumi bahwa kita tinggal di dunia yang sudah terbolak balik… tapi,bukan berarti kita boleh menghalalkan aurat yang sudah ditentukan dalam al-qur’an maupun as-sunnah… memang ulama banyak sekali perbedaan pndapat… smnjak saya mendalami ilmu fikih saya juga merasakan hal tersebut…

tapi, saya sangat menghimbau kpd bapak… janganlah sampai menghalalkan apa yang sudah menjadi ktentuan Allah… karena bisa menimbulkan fitnah di antara umat islam sendiri…. ni, coba bapak baca comment yang diatas… ada yang mengatakan bahwa pake bikini aja…

ini bbahaya pak… kalo bapak sampai menuturkan hal yang membuat kaum muslimin jadi salah paham… jadi saya menghimbau, mungkin kali ini bapak harus memperbaiki artikel ini… saya khawatir pak ada yang mempunyai fikiran jelek dan akhirnya merubah ajaran islam yang sudah tetap…

jujur saya memang kagum dengan ilmu fikih yang bapak dalami, semoga bapak selalu diberi petunjuk oleh Allah… tapi kali ini saya mengkritik nih… gapapa yaa…^u^ tolong diperbaiki ya pak…

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca entri selengkapnya »

Fatwa: “Rambut wanita bukan aurat.”

Dalil-dalil yang sah mengenai aurat wanita atau pun pria tidak semuanya qath’i (tegas) dalam segi dalalah (indikasi). Dengan demikian, masalah aurat itu terbuka untuk ijtihad. Dalam ijtihad, wajar saja jika terdapat perbedaan-perbedaan meskipun sama-sama berlandaskan Al-Qur’an dan hadits shahih.

Karenanya, Baca entri selengkapnya »