Ketua Organisasi Dakwah Mau Pacaran Secara Islami

saya boleh berbincang dengan bapak kan mengenai masalah agama? karena saya merasa bertanggungjawab sebagai ketua di organisasi [dakwah] yang saya tempati sekarang utk bisa membimbing khususnya diri saya dalam beragama umumnya utk umat muslim siapa tahu saya bisa menjadi mubaligh juga seperti bapak hehehehe….

[1] pak, mengawali perbincangan kita, saya ingin berdiskusi dengan bapak mengenai realita kehidupan yang saya saksikan yaitu mengenai “pacaran”, saya sudah membaca banyak artikel bapak mengenai “pacaran islami” dan saya mendukung sekali apa yang bapak paparkan karena saya merasa bahwa cinta merupakan anugrah dimana kita sebagai manusia sah-sah saja kalau memiliki rasa terhadap lawan jenis….

[2] tetapi sepertinya pak saya tdk bisa pacaran utk sementara ini dikarenakan lingkungan organisasi saya sepertinya sangat melarang yang namanya “pacaran” jadi mungkin saya sbg ketua sekarang bingung mengambil sikap saya takut kalau saya pacaran orang akan menganggap jelek organisasi saya yg notabene organisasi “dakwah islam”…..

[3] tetapi menurut ego saya pribadi yang tentunya didasarkan pada pemahaman saya islam bahwa pacaran itu tdk apa2 selama tdk melakukan hal yg dilarang kan pak?

[4] jujur skrg saya sedang jatuh cinta dgn seorang wanita tetapi dia sudah punya pacar namun saya tdk tau mengapa hati saya ini kayaknya mentok sama dia apa mungkin ini jodoh ya pak? wallahu ‘alam…

[5] tapi yang saya masih tdk mengerti mengapa rata2 org sekarang yang mengatasnamakan dakwah islam sepertinya selalu radikal yang menjalankan agama islam secara berlebihan dimana menurut saya itu terlalu memberatkan kepada diri saya padahal nabi Muhammad saja dalam haditsnya bersabda “permudah jangan persulit” bener ga pak?

[6] saya makin bingung kadang saya merasa berdosa jika tdk melakukan hal yang menurut “mereka” ini adalah islam yg sesungguhnya tetapi menurut saya islam tdk seperti itu gimana menurut bapak?

[7] mungkin menurut saya ulama yang berani berijtihad dan mewakili hati nurani saya di Indonesia baru pak Quraish shihab dan bapak M shodiq mustika dalam menetapkan hukum atau memberi penjelasan tentang islam karena bahasan2nya relevan dgn kehidupan sehari2 dan flexible dgn perkembangan zaman namun tetap mengacu pada Qur’an dan Sunnah Rasul……

[8] Pak, bisa rekomendasikan saya dimana tempat PW Muhammadiyah di bandung siapa tahu saya bisa berbincang dengan ulama disana dan sukur2 kalo beliau bisa menjadi guru juga di organisasi saya utk lebih memantapkan dakwah islam yang juga bisa mengajarkan bahasa arab pada teman2 mahasiswa, supaya kegiatan organisasi ini dapat disukai oleh orang banyak dimana kenyataan sekarang org2 ga mau kalo mengaji dalam artian mengkaji perihal masalah kehidupan dalam sudut pandang agama menurut mereka “ga gaul” padahal sebenarnya jika mereka ikut sangat bermanfaat…..

[9] maaf ya pak saya sudah berani merepotkan bapak tapi maksud saya insya Allah baik, saya ingin mencoba belajar berdakwah dalam kepengurusan saya sekarang karena saya sadar ilmu saya belum seberapa……trimakasih sebelumnya.

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Jilbab, Tunangan, Mahar, dan Istikharah

P. Shodiq, sy ingin menanyakan “Apakah pertunangan itu termasuk hal yang dibolehkan?” Sy sekarang memiliki seorang “tunangan”, wanita tersebut dikenalkan oleh seseorang kepada sy. Awalnya kita telp. dan SMS-an dan setelah itu kita sering bertemu. Sy tidak ingin mengikuti model “Pacaran pra Nikah”, akhirnya sy katakan kesungguhannya untuk memperisterinya. Dia dan keluarganya tidak menolak dengan syarat tertentu. Salah satu syaratnya dia ingin menikah selepas dia selesai kuliah. Waktu terus berjalan, dan akhirnyapun sy bertunangan dengannya. Tapi sy ragu “Apa dia jodoh terbaik untuk sy?” karena:

  1. Dia enggan menggunakan hijab, padahal sy sudah seringkali menasehatinya.
  2. Dia meminta jangka waktu seperti sy ceritakan di atas, yang mana sy khawatir tidak dapat melaluinya.
  3. Dia meminta mahar yang relatif tinggi.
  4. Sy pernah menguji dia tentang loyalitasnya pada keluarga saya, tetapi dia sepertinya kurang menerima keadaan keluarga saya.

Karena itu sy ingin jawaban Bapak, sebagai bagian dari istikharah sy.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca entri selengkapnya »