Adam Bukan Manusia Pertama (menurut Suara Muhammadiyah)

Di dalam Al-Qur’an, manusia pertama tidak diungkap secara gamblang (eksplisit). Namun yang pasti, Adam bukanlah khalifah yang pertama dan bukan pula manusia pertama yang diciptakan Allah. Khalifah sebelum Adam adalah khalifah dari golongan manusia juga. Ada banyak “Adam-Adam” lain yang sebelumnya diciptakan Allah dengan fungsi yang sama, tetapi dengan sifat yang berbeda, yaitu perusak (destruktif). Allah mengganti khalifah perusak yang tanpa tatanan hukum Allah itu dengan khalifah baru yang bernama Adam dan anak keturunannya yang berlandaskan tatanan hukum Allah. Selanjutnya, proses pembelajaran untuk khalifah baru ini segera dilakukan. Dengan apa? Dengan perangkat nalar (rasional). Dengan kata lain, Adam-lah manusia rasional yang pertama. Baca entri selengkapnya »

Ketika Israel hendak menghabisi Palestina, akankah kita menghabisi tokoh-tokoh muslim Indonesia?

Setelah tokoh Muhammadiyah (Pak Dokter Sudibyo) dicerca, kini giliran tokoh NU (Gus Dur) dihujat. Pemicunya sama, yaitu dianggap condong ke arah Israel. Besok dan besoknya lagi, siapakah tokoh kita yang akan kita “bantai”? Dengan kata lain, ketika Israel hendak menghabisi Palestina, akankah kita (umat Islam Indonesia) hendak “menghabisi” tokoh-tokoh kita sendiri? Apakah warga Palestina yang sedang terzalimi itu akan bersorak gembira menyaksikan kita menghabisi tokoh-tokoh muslim Indonesia?

Baca entri selengkapnya »

Bila tokoh Muhammadiyah “merangkul” syetan (Israel)

Dalam menyanggah berita sepihak yang berasal dari koran Israel bahwa Muhammadiyah menjalin kerjasama dengan Israel, dr Sudibyo Markus menyampaikan sebuah penjelasan yang mengundang tanda tanya kita, “Sebagai orang Muhammadiyah, saya ingat ucapan pak Farid Ma’ruf. Jangankan dengan manusia, dengan syetan-pun kalau perlu dirangkul. Apalagi ini menyangkut kemanusiaan.” Mungkin pernyataan tersebut bisa sangat mengagetkan kita, terutama bagi sebagian diantara kita yang belum cukup mengenal Muhammadiyah. “Merangkul syetan? Gak salah, tuh?” Barangkali beginilah tanggapan kita. Nah, bagaimana kita bisa memahami pernyataan “merangkul” syetan tersebut?

Baca entri selengkapnya »

Muhammadiyah sebagai Ormas Islam Moderat

Muhammadiyah sebagai kekuatan Islam moderat tidaklah mengada-ada karena watak dasarnya sejak awal memang moderat. Muhammadiyah tidak masuk ke ranah dan menjadi kekuatan politik sebagaimana Sarekat Islam. Muhammadiyah menurut temuan Deliar Noer tidak sekeras Persatuan Islam, kendati sama-sama menampilkan corak gerakan Islam modern. Muhammadiyah dalam berakidah kendati sering diidentikkan sebagai bercorak “salafiyah”, namun watak dan orientasi pemikirannya lebih kuat pada tajdid (pembaruan), sehingga boleh dikatakan sebagai “salafiyyah tajdidiyah” atau salafiyah-reformis. Azyumardi Azra bahkan mengkategorisasikan Muhammadiyah sebagai “salafiyyah washathiyyah” atau “salafiyah tengahan”, untuk membedakannya dari salafiyah atau gerakan “salafi” yang kini menunjukkan eksistensinya sebagai “harakah” yang cenderung serba literal dan kaku.

Baca entri selengkapnya »

Kelahiran Islam Moderat di Indonesia

Awal abad ke-20 ditandai lahirnya gerakan-gerakan Islam yang monumental. Gerakan Islam tersebut telah mengukir tinta emas baik untuk kebangkitan Islam maupun pergerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia, yang kemudian dikenal dengan organisasi kemasyarakatan Islam.

Baca entri selengkapnya »

Takdir ala Muhammadiyah

Kita wajib percaya bahwa Allahlah yang telah menciptakan segala sesuatu dan dia telah menyuruh dan melarang. Dan perintah Allah adalah kepastian yang telah ditentukan. Dan bahwasanya Allah telah menentukan segala sesuatu sebelum Dia menciptakan segala kejadian dan mengatur segala yang ada dengan pengetahuan, ketentuan, kebijaksanaan dan kehendak-Nya. Adapun segala yang dilakukan manusia itu semuanya atas Qadla’ dan Qadar-Nya, sedangkan manusia sendiri hanya dapat berikhtiar.

Dengan demikian, maka segala ketentuan adalah dari Allah dan usaha adalah bagian manusia. Perbuatan manusia ditilik dari segi kuasanya dinamakan hasil usaha sendiri. Tetapi ditilik dari segi kekuasaan Allah, perbuatan manusia itu adalah ciptaan Allah. Manusia hanya dapat mengolah bagian yang Allah karuniakan padanya berupa rizki dan lain-lain.

Baca entri selengkapnya »

Pacaran ala Muhammadiyah

majalah Suara Muhammadiyah
Tadi aku berselancar ke situs Suara Muhammadiyah (SM). Di kotak “Cari Artikel”, kuketikkan kata “pacaran”. Hasilnya, kujumpai ada enam artikel yang memuat kata “pacaran”. Empat diantara enam penggunaan istilah pacaran itu dilontarkan oleh orang dari luar SM, sedangkan dua penggunaan lainnya dikemukakan oleh redaksi SM itu sendiri. Dari sini, kita dapat mengamati gambaran sikap Muhammadiyah terhadap budaya pacaran.

Baca entri selengkapnya »