Muhammadiyah sebagai kekuatan Islam moderat tidaklah mengada-ada karena watak dasarnya sejak awal memang moderat. Muhammadiyah tidak masuk ke ranah dan menjadi kekuatan politik sebagaimana Sarekat Islam. Muhammadiyah menurut temuan Deliar Noer tidak sekeras Persatuan Islam, kendati sama-sama menampilkan corak gerakan Islam modern. Muhammadiyah dalam berakidah kendati sering diidentikkan sebagai bercorak “salafiyah”, namun watak dan orientasi pemikirannya lebih kuat pada tajdid (pembaruan), sehingga boleh dikatakan sebagai “salafiyyah tajdidiyah” atau salafiyah-reformis. Azyumardi Azra bahkan mengkategorisasikan Muhammadiyah sebagai “salafiyyah washathiyyah” atau “salafiyah tengahan”, untuk membedakannya dari salafiyah atau gerakan “salafi” yang kini menunjukkan eksistensinya sebagai “harakah” yang cenderung serba literal dan kaku.


