Muslim Moderat

“Apakah Kak Shodiq berpaham salafi ataukah liberal?” tanya seorang gadis seusai berkonsultasi denganku mengenai jin dan mengenai shalat.

Loh, emangnya berislam itu cuman ada dua pilihan: liberal atau salafi? Apa gak ada pilihan lain? Kalau pun pilihannya cuma dua itu, apa kita gak bisa salafi dalam hal-hal tertentu, tapi liberal dalam hal-hal lain?

Sebenarnya, kalau pun kemuslimanku dilabeli, aku lebih suka disebut “muslim muhammadi”. Karenanya, jawabanku terhadap pertanyaan seorang adik itu adalah:

“Aku tak keberatan kau sebut muslim liberal atau pun salafi. Tapi aku lebih suka kau sebut ‘muslim muhammadi’. Artinya, muslim pengikut Nabi Muhammad saw. sebagaimana Muhammadiyah.”

“Lha Muhammadiyah itu keislamannya bagaimana? Islam liberal ataukah salafi?” tanyanya lagi dengan nada penasaran.

muhammadiyah.gif

“Islam liberal dan sekaligus salafi,” jawabku setelah berpikir sejenak, teringat keterangan Haedar Nashir, “Karakter Muhammadiyah“, dan penjelasan Dien Syamsuddin, Pemikiran Muhammadiyah: Respons terhadap Liberalisasi Islam.

“Kak, maksudnya apa?” tanyanya dengan nada bingung.

“Begini, De. Dalam hal aqidah (keimanan, misalnya mengenai jin) dan ibadah mahdoh (ritual yang tlah ditentuin tata-caranya, kayak shalat, puasa, haji), kita sangat salafi. Tapi dalam hal lain, apa kita harus salafi juga? Tidak. Di bidang muamalah (hubungan dengan sesama manusia) yang bersifat duniawi, kita cenderung liberal.”

Maksudku, sebagaimana kata Dien Syamsuddin, kita terbuka “terhadap pandangan lain yang positif dan maslahah, termasuk pemikiran Barat, tanpa harus silau terhadap Barat, tetapi justru kritis dan selektif terhadapnya.” [maslahah = membawa manfaat] Dalam urusan duniawi, Muhammadiyah “menggunakan prinsip antum a’lamu bi umuri dunyakum” (Pemikiran Muhammadiyah, hlm. xi-xii) ["antum a'lamu bi umuri dunyakum" adalah sabda Nabi yang bermakna: "kamu lebih tahu urusan duniamu".]

Begitulah posisiku (dan posisi Muhammadiyah) perihal paham salafi dan liberal. “Salafi” di bidang aqidah dan ibadah mahdoh, “liberal” di bidang mu’amalah duniawi. Bisa dipahami, ‘kan?

Menjadi Moderat

13 Tanggapan ke “Muslim Moderat”

  1. abu dzakwan Says:

    Saya sependapat dengan Pak Shodik.

  2. Muhammad Rachmat Says:

    Siap pa….

    tadinya aneh ada KO salafi liberal
    tadinya saya mau nulis salafi kaslan

    salam pak

    saya pernah baca bukunya yang berjudul istikhoroh cinta !

  3. Donny Reza Says:

    Btw, saya kok susah yah nyari suara muhammadiyah di bandung :( Risalah Persis saya langganan, Suara Hidayatullah juga, tapi suara Muhammadiyah … saya masih kebingungan nyarinya. Ada saran?

  4. juniardi firdaus Says:

    Bapak bisa menghubungi koresponden SM di Bandung, Sdr. Sugiarto 0813 206 429 57.

    Terima Kasih,
    -abahtoip-

  5. M Shodiq Mustika Says:

    @ Donny Reza

    Alternatif lain, Hub. Pak Lukman di Lembaga Haji Muhammadiyah, Mesjid Mujahidin / PWM Jabar, Jl. Sancang. No. 6 Tlp. 0227301329

  6. cantigi Says:

    salam kenal.. *salaman dulu*
    saya suka muslim moderat.. ^_^

  7. dsatria Says:

    wah.. blognya bagus banget.. terus berkarya….kalangan anak muda harus lebih sering baca blog kayak gini…

    Oya… saya mengucapkan selamat berpuasa…

  8. ariefdj™ Says:

    ..boleh juga ‘ide’nya… kalo saya, ketika kadang2 ditanya : NU apa Muhamaddiyah ? .. saya jelas ajah jawab bukan keduanya… karena, keduanya kan bukan Mahzab.. padahal, ‘ikut’ salah satu Mahzab ajah masih banyak pertentangan berkaitan dengan hal itu, apalagi cuman dengan label yang lebih sempit lagi, selain itu NU dan Muhammadiyah kan ‘cuman’ ormas ke-agamaan doang toh.. seperti Persis, atau lainnya..

  9. danny Says:

    blognya ok juga, ada pencerahan nih, buat Mas Sodik THX

  10. surya Suminar Says:

    Assalamualaikum Pak Shodoq.
    Pak saya cuma mau bertanya tentang Muhammadiyah Bandung atau PWM Jabar yang beberapa tahun lalu akan mendirikan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) itu apakah sekarang sudah tercapai?
    Kalau belum, karena kebetulan Pak Shodiq dekat domisilinya dan juga dekat dengan para pengurus Muhammadiyah, maka tolong ditanyakan masalah tersebut dan mungkin juga dorongan dengan memberikan semangat agar kehendak memiliki amal usaha UM itu bisa terwujud.
    Demikian, terima kasih.
    Surya Suminar

    • M Shodiq Mustika Says:

      @ surya Suminar
      Wah, domisiliku jauh. Aku di Solo, Jawa Tengah.
      Menurut kabar angin yang sampai ke telingaku, UMB itu sudah ada. Namun saat ini aku masih kurang tahu seluk-beluknya. Untuk konfirmasi, silakan langsung hubungi PWM Jabar.

      • Ahmad Fauzi Sudrajat Says:

        Assalamu’alaikum.
        Saya pingin tahu program untuk pemuda yang aktif di dunia wirausaha. terutam ilayah bandung, terima kasih.


Tinggalkan Balasan