Setuju PERANGI nonMuslim? (PR untuk Aktivis Parpol)

“61,4 persen setuju untuk memerangi orang nonmuslim … 20 persen setuju dengan bom Bali, dan 18 persen setuju perusakan gereja.” Demikian kabar dari Prof Dr Nur Syam Msi, “Agama dalam Spiral Kekerasan”, Jawa Pos, 5 Januari 2008.

Saya belum tahu dari mana Pak Nur Syam mendapatkan data survei tersebut. Seandainya data tersebut memang dapat dipertanggung-jawabkan, alangkah besar makna tersiratnya.

Bayangkan! Kalau memang 61,4 persen setuju orang Islam memerangi nonMuslim, maka pada pemilu mendatang, parpol (partai politik) pemenangnya adalah yang paling getol memusuhi nonMuslim. Parpol yang toleran akan kalah.

Sungguhpun demikian, saya ingin tahu parpol mana yang paling toleran terhadap orang-orang yang berkeyakinan lain. Golkar? PDIP? Demokrat? PKS? PPP? PAN? PKB? Partai lain?

Saat ini, saya belum memutuskan partai mana yang akan saya pilih di pemilu mendatang. Namun yang pasti, partai yang saya pilih adalah yang saya nilai paling “spiritual” (holistik, empatik, toleran, unik, kritis, reformatif, dan low-profiled).

Apabila Anda ialah aktivis atau simpatisan parpol yang “spiritual”, silakan “berkampanye” di bagian komentar di bawah ini. Perlihatkanlah seberapa besar toleransi partai Anda kepada orang-orang yang berkeyakinan lain! (Boleh pula Anda tunjukkan bahwa parpol-parpol lain kurang toleran.)

——-

Artikel Terkait (dan Tak Terkait):

Comments
4 Responses to “Setuju PERANGI nonMuslim? (PR untuk Aktivis Parpol)”
  1. agorsiloku mengatakan:

    Perang !… memerangi… apa yang ada dalam bayangan kita dengan kata “memerangi”…

    Coba survey itu ditanyakan : Berapa persen yang setuju memerangi hawa nafsu !?.

    Saya yakin, jawaban prosentasenya akan tinggi.
    Apakah prosentase ini mencerminkan tindakan untuk memenangkan peperangan !…..

  2. pongboy mengatakan:

    Gile bener surveynya. Salut deh buat muslim

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Semoga Mbak Yenny bersama PKB-nya akan selalu moderat dan toleran. […]

  2. […] sikapnya terhadap tokoh-tokoh agama lain; dia begitu bersahabat, tidak menganggap mereka sebagai musuh. Sikap seperti itu, di kalangan Muhammadiyah, sejatinya, merupakan sikap yang biasa-biasa saja. […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s