saran bagi Muhammadiyah untuk menyikapi liberalisme Islam

Baru saja saya baca buku karya Suciati, Mempertemukan Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah (Yogyakarta: Arti Bumi Intaran, 2006). Bagian yang paling menarik di buku tersebut di mata saya adalah bagian “Penutup” yang berisi sepuluh saran bagi JIL dan Muhammadiyah. (hlm. 214-216)

Tiga diantara sepuluh saran itu adalah sebagai berikut.

5) Persoalan masuknya pemikiran Islam yang baru, termasuk wacana liberalisme Islam harus segera disikapi. Hal ini berarti bahwa isu-isu liberalisme Islam tidak hanya dijadikan sebuah wacana, akan tetapi harus ditingkatkan menjadi sebuah putusan. Setidaknya hal ini akan mengurangi kebingungan warga Muhammadiyah.

7) Meningkatkan diskusi secara intens dengan kelompok pemikiran lainnya, termasuk dengan JIL dalam rangka mencari titik terang yang tidak penuh dengan prasangka negatif. Akan lebih baik lagi jika diskusi seperti ini dilangsungkan secara rutin sebagai upaya Majelis Tarjih dalam rangka menjalankan tugas pokoknya.

10) Majelis Tarjih lebih berusaha membuka diri dengan pemikiran lain, termasuk yang kontroversial sekalipun tanpa disertai dengan prasangka negatif, dan tidak tergesa-gesa dalam mengklaim mereka sebagai kelompok sesat.

Rupanya saran-saran tersebut berkenaan dengan komunikasi yang seefektif mungkin. Saran begitu itu bisa kita maklumi mengingat latar belakang penulis di bidang komunikasi.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda sarankan bagi Muhammadiyah untuk menyikapi liberalisme Islam?

Comments
7 Responses to “saran bagi Muhammadiyah untuk menyikapi liberalisme Islam”
  1. didin_malang mengatakan:

    gak perlu dialog. cukup tanya aja apakah semua agama benar ? apakah islam belum tentu benar ? kalo jawaban mereka ya…, berarti mereka kafir…!!!

  2. firman.hadi mengatakan:

    ingat lho… tokoh muhammadiyah kalo gak salah ada yg ikut JIL juga. jadi jangan aneh kalo pemikiran muhammadiyah juga cenderung ikut2an JIL😀

  3. JIhadul Mubarok mengatakan:

    Salah…hai kamu firman…
    jangan kamu samakan oknum dengan sebuah gerakan.
    Muhammadiyah sampai kapanpun tidak akan menjadi JIL.
    Itu hanya oknum aja yang sebagian punya pemikiran liberal.

  4. epHi mengatakan:

    makasih atas pemikiranya
    karna dengan itu,membantuku dalam mengerjakan tugas kemuhammadiyahanku d kampus

    salam kenal

    salam kembali pada muhammadiyahan

  5. fadli mengatakan:

    tentunya kita tidak boleh asal tuduh (kepada JIL) tanpa ilmu.
    tapi aneh ga,ketika seseorang yang mengaku islam tapi tidak shalat?? (salah satu contoh saja)

  6. ariefjb mengatakan:

    jangan2 ideologi liberal ini yg bisa membangkitkan umat Islam dari keterbelakangan..

    toh nabi Muhammad menganjurkan kita untuk menuntut ilmu, termasuk ilmu liberalisme yang berarti juga kebebasan atau kemerdekaan

    Islam pernah sangat maju justru di bumi liberal di Spanyol, mudah2an bisa menjadikan cermin bahwa ummat saat perlu pemikiran dan pencerahan..

  7. manu mengatakan:

    mari kita lihat dari mana datangnya liberalisme,, ya tentu dari barat yang mana mereka takut akan kbangkitan islam.. oleh krena itu mereka berusaha menjauhkan islam dr sumbernya(alquan) so..langsung tolak pemikiran busuk mereka…al haqqu mirrobik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s