aku bukan “pembela Islam”

Entah mataku yang telah dimakan umur, entah akalku yang mulai dimakan pikun; detik ini aku tak mampu melihat: siapakah pembela Islam. Apakah aku bukan pembela Islam? Yang menyebut dirinya “Pembela Islam” itukah si pembela Islam?

Kepada Yth DETASEMEN 88 ANTI TERORIS Saya melaporkan bahwa ada suatu gerakan teroris yang sangat membahayakan jiwa masyarakat umum dan keamanan secara umum.

FPI Beraksi Lagi: Memukul hanya Merespon, ibu-ibu dan anak-anakpun jadi korban Hik hik… kasihan mereka.

Impotensi Pemerintah dan Aparat Di manakah aparat pemerintah berada ketika jiwa rakyat terancam?

FPI Serang AKKBB, 14 Orang Terluka, Monas Rusuh Apakah Perang Dunia III sedang dimulai?

Umatku … Umatku … Tegas ataukah kejam?

Partai Demokrat Kritik Kekerasan FPI Bagaimana dengan PKS, PPP, PKB, PAN, PBB, PKNU, dan partai-partai islam lainnya? Apakah aktivis partai Islam tak pedulikan gerakan FPI?

FPI membuatku sedih, marah, dan kecewa.

FPI kembali berulah memperburuk citra Islam.

FPI; Relawan Tuhan Yang Jantan atau Preman Bersurban Yang Kesetanan? Aku tak tahu.

Serangan FPI membuka ancaman konflik horizontal? Mungkin saja.

Masyarakat sedang sumpeg hadapi krisis ekonomi. Sampai-sampai ada yang mau Atheis gara gara BBM…

Apakah para “pembela Islam” itu mempunyai Sifat MULIA Yang Harus Dimiliki seorang MUKMIN?

Ah, ternyata sulit sekali membedakan antara pembela Fir’aun  dan pembela Islam. Astaghfirullaah… Haruskan kita kini beralih ke Sepak Bola Ria?

Comments
12 Responses to “aku bukan “pembela Islam””
  1. zoel chaniago mengatakan:

    mari kita lihat sisi positifnya,, kalau masalah kekerasan biarlah hukum yang berbicara yang penting kita tidak ghibah

  2. amanjaelani mengatakan:

    Gimana mau narik simpati non muslim, payah

  3. Ali Basuki Rochmad mengatakan:

    FPI sedang mengamalkan “man roa minkum munkaron?”

  4. narakushutdown mengatakan:

    FPI asoy

  5. M Shodiq Mustika mengatakan:

    @ zoel
    Oke. Mudah2an skarang kita tidak sedang ghibah.

    @ amanjaelani
    Mungkin emang gak ingin narik simpati.

    @ Ali Basuki Rochmad
    Masalahnya, “munkaron” menurut siapa?

    @ narakushutdown
    Apanya?

  6. indera keenam mengatakan:

    Kita lihat, FPI organisasi yang lemah visi dan tidak memiliki form yang jelas. Tidak menunjukkan seperti organisasi yang kompeten dan kredibel. Tujuan membela agama hanya displacement saja. Coba dibandingkan dengan dua organisasi yang lain, yang melalui segala jaman perjalanan Indonesia. Kedua organisasi tersebut memiliki visi yang jelas dan mengakar di hati masyarakat. FPI hanya sekedar reseovoir, Selama FPI tidak mengembangkan profesionalisme dan kompetensi untuk masuk ke hati masyarakat, maka masyarakat akan memalingkan muka. Insistensi FPI pun surut dengan sendirinya oleh konsekuensi yang dibuatnya sendiri. Mungkin seperti itu (kalau tidak saya yang keliru)

  7. Billy Soemawisastra mengatakan:

    Saya baru saja bermimpi bahwa umat Islam dari berbagai mazhab, aliran dan golongan sedang berangkulan. Tak ada caci-maki di antara mereka, apalagi saling serang dan saling mengkafirkan. Karena semuanya sadar bahwa tidak ada yang bisa mengklaim dirinya paling benar, dan tidak ada yang berhak mengaku paling dekat dengan Allah. Lalu umat Islam yang telah hidup rukun berdampingan meskipun berbeda pendapat itu, juga menghargai orang-orang yang memeluk agama dan keyakinan lain. Tetapi ternyata semua itu hanya mimpi. Oh, hanya mimpi.

  8. Ibn mengatakan:

    Membela kebenaran adalah prinsip. Menjaga kelurusan Islam juga prinsip. Tapi apakah mengikuti nafsu karakter pribadi itu juga harus menjadi prinsip?

    Kebenaran adalah kebenaran. Kesesatan tetaplah kesesatan. Ada cara yang lebih baik yang justru mendatangkan hikmah kebaikan untuk seluruhnya.

    Mudah-mudahan kejadian ini bisa diambil ibrahnya, baik oleh FPI maupun orang-orang Islam yang cuma ikut-ikutan tanpa pernah berpikir tentang prinsip. Terlebih orang yang enggak mengerti tentang prinsip Islam.

  9. gemfur kafir mengatakan:

    Mata ummat islam dikelabui pemberitaan media pro Barat dan anti Islam , sehingga tak mampu meliahat kejadian yang hakiki, termasuk anda para komentator dungu.

  10. komunitashitamputih mengatakan:

    adakah kita sudah mengetahui secara jelas dan gamblang apa yang terjadi pada waktu itu?

    sudahkah berita-berita yang disampaikan media massa benar2 proporsional dan profesional?

    jangan2 kita hanya menjadi korban pembodohan berita2 yang disampaikan oleh orang2 yang ingin mengadu domba umat islam?

    “Partai Demokrat Kritik Kekerasan FPI Bagaimana dengan PKS, PPP, PKB, PAN, PBB, PKNU, dan partai-partai islam lainnya? Apakah aktivis partai Islam tak pedulikan gerakan FPI?

    FPI membuatku sedih, marah, dan kecewa.”

    pendapat yang lucu!

  11. M Shodiq Mustika mengatakan:

    @ gemfur kafir & komunitashitamputih

    Setidak-tidaknya, media massa itu mengemukakan bukti (yang bisa dikonfirmasi benar-salahnya). Bagaimana dengan kalian? Mengapa kalian berprasangka buruk tanpa bukti sama sekali?

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] diantara manusia berwatak neurotik, sehingga cenderung kurang mampu menahan emosi. Apakah para “pembela Islam” tergolong di antara mereka? Apakah Anda pun cenderung kurang mampu menahan emosi, sehingga mudah […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s