Tertibkan tempat maksiat dengan bijaksana!


Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan menempuh cara-cara kekerasan dalam menertibkan tempat-tempat maksiat seperti tempat hiburan malam, kafe dan warung remang-remang. “Cara-cara yang ditempuh sesuai dengan pedoman Pengurus Besar NU dalam bermasyarakat, yakni menggunakan pendekatan “bil hikmah“. NU tidak menginginkan adanya kekerasan sesama warga,” kata Rais Syuriyah Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan KH Musthofa Bakri kepada kontributor NU Online Abdul Muiz di Pekalongan, Rabu (27/8) tadi malam.

Setujuuuu…. Islam adalah agama damai, bukan agama pedang. Berdakwahnya tentu harus dengan cara yang bijaksana. Jangan mentang-mentang demi nahi munkar lantas kita main hakim sendiri, merazia, membubarkan dengan paksa, dsb.

Di Kota Pekalongan sendiri, pengurus cabang NU setempat telah melayangkan surat kepada Walikota Pekalongan agar segera melakukan razia tempat hiburan malam, kafe, warung remang-remang.

Ya, melakukan penertiban seperti itu merupakan tugas ulil amri (pemerintah). Tentu saja, penertiban itu pun bukan asal keras, melainkan mengikuti sepenuhnya hukum yang berlaku di negara kita.

Surat tersebut juga meminta pihak berwenang merazia penjaja seks komersial atau PSK hingga melakukan penyuluhan kepada warung makanan yang membuka dagangannya disiang hari agar tidak dilakukan secara vulgar.

Ya. Penduduk negeri kita tidak semuanya muslim. Yang muslim pun tidak selalu puasa di hari-hari Ramadhan (misalnya karena sakit atau pun dalam perjalanan). Jadi, berdagang makanan di siang hari selama bulan puasa tidak perlu dilarang. Yang kita perlukan adalah saling menghargai. Yang berpuasa menghargai pedagang; pedagang pun menghargai yang puasa.

Surat yang ditembuskan kepada Ketua DPRD Kota Pekalongan, Kapolresta Pekalongan dan Dandim 0710 Pekalongan agar mendapat perhatian secara serius, sehingga masyarakat Kota Pekalongan khususnya yang muslim dapat menjalankan ibadahnya dengan khusu’.

Setuju. Seperti dalam shalat, khusyuk itu bukan hanya dapat kita capai sendirian di puncak gunung, melainkan juga bersama-sama di tengah orang banyak di lingkungan metropolitan. Khusyuk berpuasa pun bukan hanya dapat kita capai sendirian di puncak gunung, melainkan juga bersama-sama di tengah pasar. Tentu saja, syaratnya mesti terpenuhi, yaitu saling menghargai.

Wallaahu a’lam.

Comments
3 Responses to “Tertibkan tempat maksiat dengan bijaksana!”
  1. nun1k04a mengatakan:

    artikel anda:

    http://agama.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/tertibkan_tempat_maksiat_dengan_bijaksana_

    promosikan artikel anda di infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler,telah tersedia widget shareGue dan nikmati fitur info cinema. Salam!

  2. Mudabentara mengatakan:

    Bergegas harus, tergesa jangan
    dan bijaksana harus, dan kekerasan diharapkan jangan …
    ayooo..basmi maksiat .

  3. aditcenter mengatakan:

    Setuju…!!!

    untuki menertibkan segala sesuatu harus dilakukanh secara ko-operatif.. Jangan menggunakan metode destruktif yang sangat merugikan banyak pihak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s