Memenuhi syaratkah saya untuk berijtihad?

Apakah Bapak sudah mumpuni untuk ber Ijtihad..? karena yang sepanjang saya tahu.. ijtihad itu persyaratannya sangat banyak lho.. diantaranya Hafiz + memahami Keseluruhan Isi AlQuran beserta Tafsirnya..

Jawaban M Shodiq Mustika:

Mengenai “syarat” ijtihad, saya sudah beberapa kali mengemukakannya. Antara lain dalam sebuah komentar di Manajemen Amal dan sebuah komentar di Pacaran Islami.

Supaya tidak penasaran, baiklah saya kemukakan lagi di sini (dengan lebih rinci) sebagai berikut.

Pada garis besarnya, ijtihad ada dua macam tingkatan. (Lihat Abdullah Darraz, Ta’liq al-Muwafaqat 4: 89, sebagaimana dikutip dalam TM Hasbi Ash Shiddieqy, Pengantar Hukum Islam, Jilid I (Jakarta: Bulan Bintang, 1980), hlm. 64-65.)

1) Ijtihad Darakil Ahkam: yang menetapkan hukum sesuatu; pada jenis yang pertama inilah dibutuhkan penguasaan “ilmu agama”; contohnya: penetapan “bolehnya bercinta sebelum khitbah” oleh Abu Syuqqah, seorang ulama Ikhwanul Muslimin. Begitu pula pengakuan keberadaan pacaran dalam Islam oleh Ibnu Qayyim dan Ibnu Hazm.

2) Ijtihad Tathbiqil Ahkam: yang menerapkan hukum yang telah ditetapkan; pada jenis yang kedua ini, semua orang yang berilmu bisa berijtihad sesuai dengan ilmu masing-masing. Pada jenis ijtihad yang kedua inilah kita mengembangkan islamisasi pacaran berdasarkan ijtihad Abu Syuqqah yang menetapkan “bolehnya bercinta sebelum khitbah” dan ulama-ulama lain yang mengakui keberadaan pacaran dalam Islam. (Lihat Panduan Pacaran Islami.)

Dalam pengertian orang “awam”, hanya pengertian pertamalah yang diakui sebagai “ijtihad”. Karena itu, kami tidak mengklaim berijtihad, melainkan mengikuti ijtihadnya para ulama itu.

Wallaahu a’lam.

Comments
10 Responses to “Memenuhi syaratkah saya untuk berijtihad?”
  1. LDK AMAL mengatakan:

    menyesatkan!!!

  2. M Shodiq Mustika mengatakan:

    @ LDk AMAL
    Begitu kasarkah cara Anda berdakwah?

  3. Ksatria Baja Hitam mengatakan:

    saya setuju dengan LDK AMAL, blog ini menyesatkan!!
    tolong dibedakan kasar dengan tegas, LDK AMAL cuman bersikap tegas dengan mengatakan menyesatkan, bukan kasar bos!! tutup aja deh blog ini!

  4. M Shodiq Mustika mengatakan:

    @ Ksatria Baja Hitam
    Rasulullah saw. merupakan seorang muslim yang amat tegas. Tapi beliau tak pernah menyebut saudara sesama muslim sebagai “sesat”. Beliau berdakwah secara lembut dengan menunjukkan kekeliruan sahabatnya, bukan menuding-nuding.
    Jadi, kalau memang blog ini menyesatkan, harap tunjukkan kalimat mana sajakah yang menyesatkan. Marilah kita mengoreksinya bersama-sama.

  5. milham mengatakan:

    Sebaiknya Pak M shodiq berhenti menyebarkan pemikiran Islam Liberal, dan kembali mempelajari Islam sebagaimana yang dipahami rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya

    • M Shodiq Mustika mengatakan:

      @ milham
      Terima kasih atas nasihat Anda.
      Di blog ini (dan di blog utama saya), sudah pernah saya sampaikan sikap Muhammadiyah terhadap liberalisme Islam. Diantaranya, di halaman Muslim Moderat. Dalam hal ini, saya mengikuti sikap Muhammadiyah. Muhammadiyah, sesuai dengan namanya, berislam dengan mengikuti pemahaman Nabi Muhammad saw. Kalau Anda tidak setuju dengan sikap Muhammadiyah ini, silakan Anda menyampaikannya kepada Pimpinan Pusat.

  6. fadli mengatakan:

    setahu saya,memang masalah menyebutkan seseorang/sekelompok sesat itu hanya hak prerogatif allah SWT. Namun,selain itu allah telah memberikan petunjuk bagi kita (dalam Al-quran) tentang batasan-batasan seseorang itu sesat atau tidak. contohnya: seseorang yang berpaham liberal ternyata tidak suka shalat.Apakah dia tidak sedang berada di jalan yang sesat???
    patutlah kita contoh sikap al-Ghazali ketika mengkritik karya-karya ibnu sina dan ulama sezamannya.Meskipun al-Ghazali mendapati beberapa poin dari pemikiran mereka berimplementasi kufur,al-ghazali tidak menyebut mereka kafir.Karena menurut al-ghazali selama mereka masih syahadat dan menjalankan perintah allah,tidak boleh mereka disebut kafir.Wallahua’lam.

  7. rusdi mengatakan:

    saya setuju dengan penulis

  8. azizah mengatakan:

    kalau orang sudah sombong maka muncullah pembangkangan dalam dirinya persis seperti prilaku syetan dalam al Qur’an Surat 20 ayat 116.
    Dan apabila dikatakan kepadanya “bertaqwalah kepada Allah,bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa.Maka cukuplah balasannya neraka jahanam.dan sungguh neraka jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya(Q.S.2:206)
    yok,tobat pak mumpung masih dikasih jatah umur sama Allah

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Pacaran itu berada dalam lingkup ijtihad. Perbedaan pendapat dalam ijtihad itu wajar, asalkan ijithadnya sama-sama sah. Namun walau berbeda, […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s