Takdir ala Muhammadiyah

Kita wajib percaya bahwa Allahlah yang telah menciptakan segala sesuatu dan dia telah menyuruh dan melarang. Dan perintah Allah adalah kepastian yang telah ditentukan. Dan bahwasanya Allah telah menentukan segala sesuatu sebelum Dia menciptakan segala kejadian dan mengatur segala yang ada dengan pengetahuan, ketentuan, kebijaksanaan dan kehendak-Nya. Adapun segala yang dilakukan manusia itu semuanya atas Qadla’ dan Qadar-Nya, sedangkan manusia sendiri hanya dapat berikhtiar.

Dengan demikian, maka segala ketentuan adalah dari Allah dan usaha adalah bagian manusia. Perbuatan manusia ditilik dari segi kuasanya dinamakan hasil usaha sendiri. Tetapi ditilik dari segi kekuasaan Allah, perbuatan manusia itu adalah ciptaan Allah. Manusia hanya dapat mengolah bagian yang Allah karuniakan padanya berupa rizki dan lain-lain.

Demikianlah kutipan dari buku Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Dari situ, kuperhatikan ada satu hal yang amat menarik.

Perhatikanlah bahwa dalam hal iman kepada takdir ini, Muhammadiyah menggunakan dua sudut pandang. Pertama, “Perbuatan manusia ditilik dari segi kuasanya [manusia] dinamakan hasil usaha sendiri.” Kedua, “ditilik dari segi kekuasaan Allah, perbuatan manusia itu adalah ciptaan Allah.”

Dalam filsafat perspektival, sudut pandang pertama itu kita kenal sebagai perspektif empiris. Sedangkan yang kedua sebagai perspektif transendental. (Lihat Sebaiknya Mengubah ataukah Memilih Takdir?)

Dengan menggunakan dua sudut pandang itu, Muhammadiyah tidak sepenuhnya menyalahkan aliran Qadariyah (yang berpegang pada sudut pandang kedua saja) atau pun aliran Jabariyah (yang berpegang pada sudut pandang kedua saja). Muhammadiyah mengambil sisi-sisi positif dari kedua aliran itu. Bagus, ‘kan?

Comments
2 Responses to “Takdir ala Muhammadiyah”
  1. Zulfi mengatakan:

    Berarti Muhammadiyah mengambil garis tengah gitu Pak?? Golongan tengah gitu…

  2. M Shodiq Mustika mengatakan:

    @Zulfi
    Ya, begitulah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s