Yang ditanyakan di alam kubur dan hari kiamat

Selamat memperingati hari lahir Bapak, Semoga Allah memberikan kesehatan, kesempatan kepada Bapak untuk berkaya demi mensiarkan Islam dan semoga karya-karya Bapak yang baru akan semakin menginspirasi pembacanya dan mengamalkannya. Amin. walaupun saya belum selesai membaca buku pelatihan salat SMART (baru sampai BAB 7) saya sangat terbantu dalam beribadah terutama salat, dengan ilmu yang Bapak tuliskan. (terimakasih Bapak)

ada pertanyaan yang akan saya ajukan ke Bapak. Sebelumnya mohon maaf, pertanyaan saya tidak berkaitan dengan salat SMART tapi berkaitan dengan Imam. Kemarin sore saya berdiskusi dengan teman kerja saya, katanya kita ini harus mengacu pada salah satu imam dalam beragama, karena nanti di hari akhir kita akan ditanya imam kalian siapa? Benarkah demikian Bapak? sebelum dan sesudahnya saya sampaikan terimakasih atas jawaban dari Bapak atau referensi buku/bacaan yang Bapak berikan.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Aku pun berterima kasih padamu karena kau telah membaca bukuku dan mengajukan pertanyaan yang begitu menarik, sehingga aku memuatnya di blogku ini.

Sudah sejak lama aku mendengar khotbah mubalig yang mengemukakan bahwa salah satu pertanyaan di alam kubur adalah “Siapakah imam kamu” (bukan “siapakah imam kalian“). Lafal Arabnya, yang terdengar olehku, “Ma imamuk“.

Namun, lafal tersebut sesungguhnya bermakna “apa imam kamu”, bukan “siapa imam kamu”. Jadi, kalau memang lafal tersebut benar, maka imam yang dimaksudkan itu belum tentu orang, melainkan bisa berupa benda, misalnya: Al-Qur’an.

Aku ingin memeriksa lafalnya yang benar itu bagaimana, supaya lebih yakin akan pengertiannya. Sayangnya, meskipun sudah kucari, aku belum pernah menjumpai dalil shahih yang menyebutkan hal itu.

Untuk memastikannya, tolong tanyakanlah kepada teman diskusimu itu (atau kepada orang lain yang kau pandang tahu), dalilnya mana. Kalau dalilnya itu hadits, tolong sebutkan diriwayatkan oleh siapa dan dimuat di kitab apa. Sebutkan pula teks Arabnya supaya kita dapat segera memeriksa apakah di dalamnya terkandung pengertian “kita ini harus mengacu pada salah satu imam dalam beragama”.

Menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari al-Barra’ bin ‘Azib r.a. yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dll. (lihat Shahih Sunan Abu Dawud no. 3979), yang diajukan oleh sepasang malaikat penanya di alam kubur itu adalah pertanyaan:

  • Siapa Tuhanmu?
  • Apa agamamu?
  • Siapa orang yang diutus kepada kalian itu?
  • Apa amal perbuatanmu?
  • Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?

Sedangkan menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Abu Barzah r.a. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi (lihat Shahih Sunan Tirmidzi no. 1970), yang ditanyakan pada hari kiamat:

  • Untuk apa umurmu kau habiskan?
  • Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
  • Dari mana kau peroleh hartamu? Untuk apa kau membelanjakannya?
  • Untuk apa tubuhmu kau gunakan?

Adapun menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Mu’adz bin Jabal r.a. yang diriwayatkan oleh al-Bazzar dan Thabrani (lihat ash-Shahihah no. 946), yang ditanyakan pada hari kiamat:

  • Untuk apa umurmu kau habiskan?
  • Untuk apa kau gunakan masa mudamu?
  • Dari mana kau peroleh hartamu? Untuk apa kau membelanjakannya?
  • Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s