Mengapa mendoakan Nabi

Saat browsing tadi, kujumpai satu pertanyaan menarik: “temanku non muslim bilang Nabi Muhammad belum selamat di akhirat, maka beliau minta seluruh umatnya mengirimi shalawat kepadanya. … Bagaimana menjawabnya?”

Dengan browsing pula, kujumpai berbagai macam jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun yang menurutku paling bagus adalah yang tertayang di laros.heavenforum.com sebagai berikut:

Secara harfiyah, ucapan “Allahumma Shalli wa Sallim ‘ala Saydina Muhammad” adalah kalimat doa yang memiliki ma’na; Ya Allah, berilah shalawat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad. Bila ditilik secara rasio yang terbatas, kita bisa saja mengatakan, untuk apa kita harus bershalawat kepada Rasulullah dan mendoakan keselamatan untuk beliau? Bukankah beliau adalah semulia-mulianya mahluk pilihan dan telah beroleh jaminan keselamatan dari Allah?

Dalam kitab Tuhfatul Mariid ‘ala Jauharatit Tauhid, Imam Al-Baijuri (Burhanuddin Ibrahim Al-Baijuri) membahas dengan jelas mengenai permasalahan ini. Dalam ulasan beliau tentang masalah ini, beliau menukilkan dua pendapat para ulama seputar permasalahan, apakah shalawat itu memberi arti dan manfaat bagi Nabi?

Pendapat pertama mengatakan, doa apapun akan memberi manfaat bagi Nabi. Alasan bahwa segala kesempurnaan dan kemapanan telah dimiliki Nabi, terbantahkan dengan dalih, bahwa tidak ada kesempurnaan mutlak selain milik Allah yang Maha sempurna. Sehingga sekalipun secara zahir pengetahuan kita bahwa Rasulullah adalah sesemprna-sempurnanya mahluk pilihan Allah, namun bukan alasan untuk tak perlu lagi berbanyak-banyak mengucapkan shalawat bagi kepada beliau. Sebab shalawat yang kita senantiasa kirimkan sebagai wujud pemuliaan serta pengagungan kita kepada Rasulullah, dan manfaatnya akan menambah derajat kemuliaan Rasulullah di sisi Allah SWT.

Pendapat kedua mengatakan, bahwa manfaat dan faidah shalawat semata akan kembali kepada kita, sang pengucap shalawat. Paling tidak, ada beberapa dalil yang menguatkan hal ini;

Pertama, Rasulullah telah mencapai derajat kesempurnaan kemuliaan, kebaikan, dan keselamatan. Ketika kita mendoakan kebaikan untuk beliau, seolah-olah tak ada tempat lagi bagi Rasulullah untuk menempatkan manfaat dari doa kita. Ibarat sebuah wadah yang sudah penuh air, ketika kita tambahkan lagi air ke dalamnya, yang akan terjadi adalah air itu akan meluap.

Posisi Rasulullah dibanding kita manusia biasa, ibarat sebuah wadah sangat besar, terisi penuh oleh air yang sangat bersih, yang terletak di tempat yang sangat tinggi. Sementara kita, ibarat wadah-wadah kecil yang terisi oleh air yang keruh. Ketika kita bershalawat kepada Rasulullah, seolah-olah kita mengisikan air keruh di wadah kita ke dalam wadah Rasulullah. Hasilnya, karena wadah Rasulullah sudah penuh, tak ada tempat lagi untuk menampung air yang kita tambahkan sehingga meluaplah dan kembali kepada kita. Keistimewaannya, air sedikit milik kita yang tadinya keruh, ketika bercampur dan berbaur dengan air jernih milik Rasulullah, ketika meluap dan kembali kepada kita, telah berubah menjadi lebih jernih dari sebelumnya. Seakan-akan, terjadi proses sterilisasi dan penjernihan di sana. Kesimpulannya, semakin banyak kita mengisikan air milik kita ke wadah Rasulullah, akan semakin jernih pula air tersebut meluap kembali kepada kita. Maka shalawat pun demikian adanya. Semakin banyak kita memohonkan shalawat dan keselamatan kepada Rasulullah, semakin banyak pula faidah keselamatan yang akan kita dapatkan.

Dalil kedua tentang kembalinya faidah shalawat kepada sang pengucap shalawat. Dikuatkan oleh hadits Rasulullah, Barang siapa yang mendoakan kebaikan kepada orang lain, maka malaikat akan berucap: “Dan bagimu juga sebagaimana yang engkau doakan untuk saudaramu.” Sehingga, semakin banyak kita bershalawat kepada Rasulullah dan memohon keselamatan untuk beliau, semakin banyak pula malaikat mendoakan untuk kita sebagaimana yang kita mohonkan kepada Allah untuk Rasulullah.

Dan bila ditambah dengan menyimak kembali hadits-hadits tentang fadhilah dan keutamaan shalawat kepada Rasulullah, insya Allah kita akan terpacu untuk semakin rajin mengirimkan shalawat dan salam kepada Rasulullah, Sang Junjungan. Sebab, semua bentuk faidah dan manfaat Shalawat itu akan kembali kepada kita. Mungkin kita tak bisa langsung merasakannya di dunia. Namun janji Allah tentang balasan di akhirat, itu pasti adanya.

Artikel terkait:
Mengapa hanya menyebut nama Muhammad dan Ibrahim dalam shalawat

Comments
8 Responses to “Mengapa mendoakan Nabi”
  1. Taqobbalallahuminna waminkum
    Washiyamana washiyamakum
    Minal ‘Aidin walpaidzin
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H

  2. sulaiman mengatakan:

    Banyak umat islam yang cara berfikir fadloil (apa faidahnya?) tapi seharusnya umat islam cara berfikirnya Fawaid (apa kewajiban makhluk?) Membaca Sholawat kepada nabi adalah perintah tuhan (wahai orang yang beriman bershalawatlah kamu kepada nabi!!) orang non-muslim tidak mengerti lalu asal bicara adalah wajar, tapi kita melaksanakan perintah tuhan, salah satunya adalah bershalawat kepada nabi SAW.

  3. bla mengatakan:

    al imran 3 : 55

  4. Mr.Nunusaku mengatakan:

    Dengarkan bunyi doa Shalawat:
    Ya Allah, karuniakanlah kepada junjungan kami Muhammad keselamatan, dan kemuliaan dan derajat yang tinggi yang Engkau janjikan. (Nat 33 Al Ahzab 56)

    Apakah ini wahyu dari Allah..? ataukah wahyu buatan bangsa ARAB…..?
    Dengarkan bunyi doanya Allah berdoa kepada Allah…..Ya Allah, karuniakanlah keselamatan untuk junjungan kami Muhammad…..

    Pertayaan mengapa Allah SWT islam tidak sanggup membawa Muhammad kesurga, kan dia nabi Allah…?dimana kemampuan Allah SWT islam ini…? untuk menyelamatkan nabinya…?
    dan mengapa Allah membiarkan dia Muhammad tertanam dalam kuburan Medinah…?

    Lalu Allah menganjurkan pada umat islam harus 5x sehari Doa Shalawat untuk nabi Muhammad…? Pertayaan dimana kekuasan Allah SWT islam ini…..dan mengapa harus mohon
    pertolongan umat islam melakukan Doa Shalawat untuk Muhammad….?

    Allah SWT harus dipeertayakan oleh umat islam dimana kemampuan ALLAh swt isLAM untuk
    dapat menyelamatkan Muhammad…..kan dia nabi terakhir utusan Allah SWT….?

    Apakah benar Muhammad itu nabi Allah…?atau dia sendiri yang mengangkat dirinya sebagai nabi Allah dan memakai nama Allah…? yang memang Allah tidak suruh dia menjadi nabi terakhir…? Fakta semua nabi setelah misinya selesai mereka kesurga pulang dipangkuan Allah, sedangkan Muhammad tidak dapat masuk surga…dan mengapa Allah biarkan dia tertanam dalam kuburan Medinah…?

    Nyata bahwa Muhammad adalah nabi palsu alias nabi cabul seks suci islam…ini gelar nabi cabul Muhammad…dari keturuanan ‘KELADAI-KELADAI LIAR ISMAIL ISLAM.’

  5. Simon Berhitu mengatakan:

    mengapa harus bersyahlawat kepada Muhammad, ya karena muhammad belum diselamatkan, lihat aja kuburan Muhammad ada di Medinh itu fakta kenytaan.
    Kata Pakar Hadits Quraish Shibab. memang Muhammad belum dijamin masuk surga..itu jelas…kalau masih anda ragukan ya datang aja lihat makam nabi Muhammad di Medinah.

  6. Simon Berhitu mengatakan:

    Mendoakan Muhammad berarti Muhammad belum selamat dia kekal terkunci dalam kuburan Medinah…itu fakta; doa syahlawat nabi; Ya Allah berikanlah tempat yang terindah bagi Muhammad keluarganya, doa syahlawat jelas memintah dari Allah agar selamatkan muhammad dari kubur…he…he

  7. Simon Berhitu mengatakan:

    Klau bertaya mengapa mendoakan nabi Muhammad, karena saat ini kan dia kekal tertanam dalam makam di medinah..terkunci kekal…belum ada kepastian Muahmmad masuk surga…? Allah titipkan sementara waktu dalam makamnya di Medinah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s