Doa Supaya Tidak Jadi Perawan Tua

Sekarang umur saya 27th. Sampai sekarang, saya belum menikah. Menurut saya pribadi, [itu] bukan masalah karena saat ini saya masih kuliah dan saya percaya jodoh akan datang bila waktunya sudah tepat karena hanya Allah yang tahu kapan waktu yang tepat buat saya. Tapi yang jadi pikiran saya adalah keluarga saya, terutama ibu saya. Kebetulan kami tinggal di desa; untuk usia saya sekarang, sudah termasuk ‘perawan tua’. Ibu saya berpikir kalo ada orang yang sengaja ‘nyarati’ saya (misal: membaca surat ikhlas biar saya
tidak dapat jodoh (tidak laku) dan menjadi perawan tua) mungkin karena kesalahan saya atau keluarga saya kepada orang itu tanpa kami ketahui. Maaf, Pak, apakah dalam islam ada hal seperti itu? Jika benar saya sudah “disyarati” orang, bagaimana cara menangkal atau melepaskan diri dari itu biar saya terbebas dari ‘penyaratan’ itu? Saya mohon solusi dari Bapak, terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Pertanyaanmu ada dua. Berikut ini jawabanku satu per satu.

Pertama, mengenai “org yg sengaja ‘nyarati’ (msl mbca srt ikhlas biar saya tdk dpt jodoh”). Apakah dalam Islam ada hal seperti itu?

Setahuku, tidak ada. Islam tidak pernah mengajarkan seperti itu. Namun di masyarakat memang ada keyakinan semaca itu. Aku pun mengenal seorang kyai yang konon mampu ‘nyarati’ seperti itu (dan hal-hal semacamnya) dengan jalan membaca surah al-Ikhlash seribu kali. Aku sudah sering berdiskusi dengannya. Diantara diskusi kami, ada yang relevan dengan kasusmu.

Aku pernah bertanya kepadanya, “Mengapa yang dibaca al-Ikhlas? Mengapa sampai seribu kali? Apakah ada dalilnya?”

“Dalilnya tidak ada,” jawabnya terus terang. (Kalau ada “hadits” yang menyatakan begitu, maka mungkin itu tergolong hadits lemah/palsu yang tidak bisa dijadikan sebagai dasar.)

“Lantas, atas dasar apa Pak Kyai mengamalkannya?” tanyaku kepadanya. “Dari ilham yang kudapat setelah tahajjud,” jawabnya.

Sebenarnya aku kurang percaya bahwa itu merupakan ilham dari Tuhan. Jangan-jangan, itu merupakan bisikan dari jin jahat. Tapi kepadanya, aku tidak mengungkapkan keragu-raguanku ini. Sebab, aku tidak suka berdebat. Aku memilih mengajukan pertanyaan lain yang menurutku lebih penting. (Jawaban atas pertanyaan ini perlu kita ketahui lebih dulu sebelum kita membahas penangkalnya.)

Pertanyaanku, “Apakah cara tersebut pasti berhasil? Apakah orang yang dituju selalu terpengaruh sesuai dengan harapan Pak Kyai?”

Bila pertanyaan semacam itu diajukan oleh orang lain pada umumnya, terutama yang bermaksud hendak meminta bantuannya, biasanya Pak Kyai menjawab, “Insya’Allah pasti berhasil. Kalau sudah menjadi kehendak Allah, tidak ada hal yang mustahil.” Namun mungkin karena Pak Kyai sudah tahu bahwa aku bukanlah orang yang suka minta bantuan kepada “orang pintar” seperti dia, jawabannya lain.

“Tidak! Tidak selalu berhasil,” jawabnya jujur. Lalu Pak Kyai menyampaikan jawaban panjang-lebar yang kusimpulkan bahwa pengaruh dari pembacaan al-Ikhlashnya itu bergantung pada “kekuatan batin” orang yang dituju. Semakin lemah batin orang itu, semakin besar pengaruhnya. Sedangkan yang kuat batinnya takkan terpengaruh.

Aku tidak tahu seberapa kuat batinmu saat ini. Dengan demikian, seandainya memang ada seseorang yang berbuat begitu terhadap dirimu, aku tidak tahu apakah itu berpengaruh terhadap dirimu. Karena itu, sekarang marilah kita beralih ke pertanyaanmu berikutnya.

Bagaimana cara menangkal atau melepaskan diri dari itu biar terbebas dari ‘penyaratan’ itu?

Caranya adalah dengan menguatkan batin, terutama dengan meningkatkan kualitas (bukan sekadar memperbanyak) ibadah. Ibadah yang paling efektif adalah shalat. Shalat yang paling efektif adalah shalat wajib. Setelah shalat wajib, shalat yang paling efektif adalah shalat tahajud. Untuk “menyempurnakan” ibadah-ibadahmu, kamu dapat menyertainya dengan zikir & doa.

Untuk meningkatkan kualitas shalat, silakan baca buku Pelatihan Shalat SMART atau Lejitkan Semua Jenis Kecerdasan Melalui Shalat. Zikir dan Doa untuk menangkal “penyaratan” itu bisa kau temukan di buku Doa & Zikir Cinta, Bab 16, “Atasi Gangguan Jin, Setan & Sihir”. Selanjutnya, untuk memperoleh jodoh terbaik, amalkanlah doa istikharah. Untuk ini, silakan baca buku berjudul Istikharah Cinta dengan sub-judul Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal. (Subjudul ini aku sertakan karena ada buku lain yang juga berjudul Istikharah Cinta, tetapi isinya lain.) Apabila kamu kesulitan mencari buku-buku tersebut di toko buku atau perpustakaan, silakan beli secara online. Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/bukuku-dapat-dibeli-di-sini/

Comments
2 Responses to “Doa Supaya Tidak Jadi Perawan Tua”
  1. oyonk mengatakan:

    Assalamualaikum Warhmullahi Wabarakatuh

    Salam kenal dari saya di http://myrazano.com

    Perkenankanlah saya untuk memperkenalkan blog saya yang baru yang sampai sekarang masih sepi pengunjung.

    Saya sangat berharap melalui blog ini bias mendapatkan sedikit limpahan pengunjung yang tertairk dengan artikel-artikel islam yang ditulis oleh seorang pengamat sosial keagamaan Sumatera Barat ( Martias Oyonk )

    Demikian. Saya sampaikan terimakasih sebelumnya
    Semoga menjadi ibadah dan amal saleh bagi pengelola.
    Amin

    Wassalam

  2. trin mengatakan:

    assalamu’alaikum wr wb
    lam kenal…
    saya sependapat dgn pak M Shodiq Mustika, kalo ada yang mensyarati, langkah pertama ikhlas ma kehendak ALLAH, trus memperkuat iman kita…
    ===
    Pak Kyai menjawab, “Insya’Allah pasti berhasil. Kalau sudah menjadi kehendak Allah, tidak ada hal yang mustahil.”
    ===
    Namanya juga keyakinan, pak kyai memberikan opini yg mbuat pendengarnya tersugesti

    wassalam …😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s