Perlukah memusuhi Salafi dan Islam Liberal?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kelompok yang menyebut diri mereka salafi dan kelompok Islam liberal mendapat citra yang buruk pada kalangan mayoritas (jama’ah) yang berada di “tengah-tengah” kedua kelompok ini. Mengapa demikian? Begini, banyak orang mengklasifikasi umat Islam saat ini ke dalam empat kelompok/aliran: [1] Islam fundamentalis (salafi/wahhabi), [2] Islam liberal, [3] Islam modern (tajdid), dan [4] Islam tradisional. Seringkali klasifikasi seperti itu dipahami secara terlalu “tajam”, sehingga kedua kelompok pertama itu dipandang secara negatif. Karena dipandang penuh dengan kesalahan, kedua kelompok pertama itu seringkali mendapat cibiran dan bahkan permusuhan dari kelompok ketiga dan keempat yang merupakan mayoritas.

Contoh penggunaan sudut pandang negatif terhadap dua kelompok pertama itu adalah pemahaman sebagai berikut:

– Fundamentalisme Islam adalah gerakan yang menginginkan agar Islam dikembalikan kepada pokok ajarannya secara mutlak, baik dari segi ubudiyah, maupun muamalah. Dengan kata lain gerakan ini menginginkan Islam kembali ke zaman Rasul. Namun gerakan fundamentalis ini cenderung tidak bisa membedakan antara budaya Arab dengan ajaran Islam itu sendiri, sehingga kesan yang timbul adalah bahwa Islam = Arab, Islam agama orang Arab, dan untuk menjadi Islam harus menjadi orang Arab.

– Liberalisme Islam adalah gerakan Islam yang mengusung kebebasan berfikir sebebas2nya. Liberalisme adalah kebalikan dari fundamentalisme, namun terjebak pada kasus yang sama, yakni tidak bisa membedakan mana budaya dan mana ajaran Islam. Ajaran yang benar2 berasal dari Islam seringkali oleh mereka diidentifikasikan sebagai budaya arab.

Benarkah Islam fundamentalis dan Islam liberal seburuk itu? Tidak dan tidak!! Yang digambarkan di situ adalah fundamentalis yang ekstrim dan liberalis yang ekstrim pula. Pada kenyataannya, hampir semua muslim fundamentalis menerima dan mengamalkan kebudayaan tertentu yang berasal dari Barat (contoh gamblang: komputer). Sementara itu, hampir semua muslim liberal mengakui adanya batasan-batasan dalam kebebasan berfikir. Hanya saja, mungkin karena yang ekstrim itulah yang bersuara vokal dan mendapat banyak tanggapan, orang-orang menjadi salah-paham dan mengira pandangan yang ekstrim itu mewakili kelompok mereka secara keseluruhan.

Menurutku, daripada menggunakan sudut pandang yang negatif melulu, lebih baik kita memperbanyak sudut pandang yang positif dalam memandang saudara-saudara sesama muslim yang tidak sealiran dengan kita. Bagaimanapun, ada sisi-sisi positif (di samping sisi-sisi negatif) pada semua kelompok Islam tersebut. Jadi, tak perlulah kita memandang rendah atau pun memusuhi saudara-saudara kita sesama muslim, termasuk yang fundamentalis dan yang liberal. Toh hanya Allah sajalah yang tahu siapakah yang sesungguhnya lebih benar dalam berislam diantara semua kelompok itu.

Daripada saling memandang rendah atau pun bermusuhan, marilah kita berlomba-lomba dalam ketaqwaan dan kebaikan lainnya, termasuk di arena dakwah. Setuju? Setuju tak setuju, silakan sampaikan pandanganmu di kotak komentar di sana. (Sebelum berkomentar, disarankan membaca lebih dulu artikel “Konsultasi: Bingung Pilih Islam Yang Mana“.)

Comments
One Response to “Perlukah memusuhi Salafi dan Islam Liberal?”
  1. Demas Ahmad Hasanuddin mengatakan:

    Assalamu’alaikum,.. Iya ak setuju,… semua aliran memiliki sisi positif dan negatifnya. Byk hal ak dapati dri kajian ilmiah dari Muhammadiyah dan Salafy. Tp byk jga ak temukan ajaran tradisional nmun ttp sejalan dgn Islam di NU dan Islam kedaerahan di pelosok Nusantara.

    Yng Penting, kita hrus selalu mengkaji dan memahami dgn tnpa menjelekkan aliran lain. Allah pasti tahu mana yang benar dan yang salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s