Bukti Ukhuwah

Sampai sekarang, beberapa saudara kita yang belum sepaham dengan saya masih sering menggunakan media yang netral dalam berdiskusi dengan saya. Medianya adalah e-mail. (Alamat email saya memang saya cantumkan secara terbuka di blog saya.) Mereka mengikuti kaum salafush shalih yang saling nasihat-menasihati secara diam-diam. Mereka tidak mengikuti orang-orang jahiliyah yang suka mencaci-maki, menjelek-menjelekkan, atau bahkan memfitnah orang di depan publik.

Mereka itu pun semuanya berdiskusi dengan saya dengan maksud baik, yaitu sama-sama mencari kebenaran, bukan untuk maksud jelek, seperti “paparkan bobrok pemahaman yang muhshodiq propagandakan”.

Hasilnya pun tidak jelek. Tidak ada diantara mereka yang kemudian bersangka buruk atau main tuding semisal bahwa saya “mencari-cari kebenaran di luar jalan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya”. Hasilnya bagus, yaitu saling memahami bahwa Allah lah yang Mahatahu siapa yang lebih benar diantara kita. Dengan demikian, ukhuwah pun terjaga.

Salah satu bukti nyata adanya ukhuwah antara kita itu adalah buku best-seller saya, Istikharah Cinta. Dua diantara tiga orang saudara sesama muslim yang bersama saya menyusun buku tersebut bukanlah pendukung pacaran Islami. Makanya, tidaklah mengherankan bagi saya bahwa buku tersebut telah menginspirasi seorang pelaku taaruf ala Liqo’ untuk segera menikah di bulan depan.

Bukti ukhuwah itu tampak lebih jelas pada buku terbaru kami yang akan terbit pada bulan Ramadhan mendatang. Judulnya: Muslim Romantis. Penulisnya berjumlah 12 orang. Setengahnya adalah pendukung pacaran islami, setengah lainnya adalah penentang pacaran islami. Walaupun di situ para penulis “berpropaganda”, tidak ada saling hujat, prasangka buruk, fitnah, dan sebagainya. Masing-masing hanya berseru, “Yang baik itu begini….”, tanpa menjelek-jelekkan pihak lain. Sebuah ukhuwah yang indah, ‘kan?

Comments
One Response to “Bukti Ukhuwah”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] aku lebih menaruh perhatian pada METODE ijtihad yang dia gunakan. Karenanya, aku cenderung sangat toleran dan tidak fanatik pada madzhab atau aliran pemahaman […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s