Adam Bukan Manusia Pertama (menurut Suara Muhammadiyah)

Di dalam Al-Qur’an, manusia pertama tidak diungkap secara gamblang (eksplisit). Namun yang pasti, Adam bukanlah khalifah yang pertama dan bukan pula manusia pertama yang diciptakan Allah. Khalifah sebelum Adam adalah khalifah dari golongan manusia juga. Ada banyak “Adam-Adam” lain yang sebelumnya diciptakan Allah dengan fungsi yang sama, tetapi dengan sifat yang berbeda, yaitu perusak (destruktif). Allah mengganti khalifah perusak yang tanpa tatanan hukum Allah itu dengan khalifah baru yang bernama Adam dan anak keturunannya yang berlandaskan tatanan hukum Allah. Selanjutnya, proses pembelajaran untuk khalifah baru ini segera dilakukan. Dengan apa? Dengan perangkat nalar (rasional). Dengan kata lain, Adam-lah manusia rasional yang pertama.

Demikianlah kesimpulanku dari artikel Yusef Rafiqi, “Diskontinuitas Tafsir Penciptaan Adam” (Suara Muhammadiyah, 12 Februari 2009). Yusef Rafiqi itu ialah dosen di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Siliwangi Tasikmalaya; dan pengasuh Pondok Pesantren (PP) at-Tajdid Muhammadiyah, Singaparna, Tasikmalaya. Artikel tersebut aku kutipkan di bawah ini untuk melengkapi pembahasan artikelku, “Jangan percayai teori evolusi, tapi…“ dan “Monyet itu saudaraku; jangan pandang hina!

SUARA MUHAMMADIYAH
WAWASAN ISLAM
BY AT 12 FEBRUARY, 2009, 3:13 AM

Diskontinuitas Tafsir Penciptaan Adam

Yusef Rafiqi
Alumnus Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut (Angkatan IX); sekarang Dosen di FAI Universitas Siliwangi Tasikmalaya; dan pengasuh PP at-Tajdid Muhammadiyah, Singaparna, Tasikmalaya.

Dalam teori evolusi dinyatakan bahwa manusia digolongkan ke dalam ordo primata, hominidae (manusia kera; kera berjalan tegak). Para pendukung teori ini menyatakan bahwa yang dianggap sebagai moyang manusia adalah yang termasuk ke dalam genus Australopithecus, yang lebih cocok disebut “manusia kera” daripada “manusia” pada umumnya. Kemudian genus ini berturut-turut mengalami evolusi pada Australopithecus Afarensis, dan berkembang menjadi Australopithecus Africanus yang pada giliran selanjutnya berkembang menjadi Australopithecus Robustus.

Transisi dari genus ini adalah Homo Habilis dan Homo Erectus yang menandai munculnya “manusia sebenarnya” atau genus Homo. Menjelang munculnya manusia modern atau genus Homo Sapiens, para ahli menemukan satu “makhluk” yang disebut Homo Neanderthalensis. Diperkirakan mereka berkembang sekitar 110.000 tahun dari sekarang sampai munculnya manusia modern atau manusia kontemporer yang disebut sebagai Homo Sapiens sekitar 35.000 tahun sebelum sekarang.

Di dalam Al-Qur’an manusia pertama memang tidak diungkap secara eksplisit. Tampaknya, mengurai asal-usul manusia pertama bukanlah tema substantif al-Qur’an. Penulis sendiri tidak hendak menguraikan proses penciptaan manusia dari sudut pandang biologis yang terdiri dari rangkaian ekstrak atau saripati dan beragam unsur-unsurnya, tetapi dalam tulisan ini yang dibahas adalah substansi penciptaan Adam sebagai seorang khalifah dan kaitannya dengan peradaban manusia.

Adam sebagai Khalifah

Substansi dari dialog dengan malaikat (Q.s. al-Baqarah: 30-31 ) adalah penegasan bahwa sesungguhnya Allah sebagai Pencipta atau Penjadi khalifah di muka bumi ini. Kata “jaa`ilun” sebagai konstruksi isim fa`il yang berarti subyek pelaku dalam frasa Innii jaa’ilun fi al-ardhi khaliifah tidak harus diartikan “hendak menjadikan khalifah di muka bumi”. Seandainya arti ini yang dipahami, maka tidak ada khalifah sebelum Adam. Konseksuensi logisnya, Adam adalah manusia pertama.

Seandainya frasa tersebut dikembalikan pada makna asalnya sebagai isim fa‘il, maka hal itu mengisyaratkan bahwa Allah—sebelum atau sesudah terjadinya dialog dengan malaikat sebagaimana yang termaktub dalam ayat tersebut—selalu menjadikan khalifah di muka bumi. Dengan demikian, Adam bukanlah khalifah yang pertama dan bukan pula manusia yang pertama yang diciptakan Allah.

Kemudian, ayat-ayat tersebut memunculkan wacana bahwa seolah-olah malaikat mempunyai pengalaman mengamat-amati sepak terjang sang khalifah. Tampaknya malaikat khawatir akan masa depan khalifah baru yang bernama Adam itu, seandainya perilaku destruktif akan menghancurkan tatanan taqdis dan tasbih malaikat. Kita hanya bisa menduga-duga kategori khalifah yang seperti apakah yang telah (dan akan) melakukan perbuatan tercela itu. Tidak ada keterangan yang jelas perihal khalifah versi malaikat yang dimaksud. Al-Qur’an dalam Q.s. Shaad: 67-73 dengan tegas menyatakan untuk tidak memperpanjang bantah-bantahan ini.

Ada riwayat yang mengasumsikan bahwa iblis atau jin sebagai khalifah sebelum Adam. Qatadah, Ibnu Umar dan Ibnu Abbas menduga, bahwa khalifah yang dimaksud adalah khalifah dari golongan jin yang diduga berbuat kerusakan. Asumsi ini berdasarkan analisis ayat yang menerangkan bahwa jauh sebelum manusia diciptakan, Allah telah menciptakan jin (Ibn-Katsir, Qishashul Anbiya’, hlm. 2).

Benar bahwa jin (dan malaikat) diciptakan sebelum Adam berdasarkan Q.s. al-Hijr: 26-27, namun apakah mereka—khususnya para jin—berperan sebagai khalifah di muka bumi? Pendapat para sahabat tersebut tampaknya hanyalah praduga saja. Lagi pula tidaklah mungkin bumi yang kasat mata ini diwariskan kepada para jin yang tidak kasat mata. Bentuk pengelolaan semacam apakah seandainya para jin yang berfungsi sebagai khalifah di muka bumi ini.

Khalifah sebelum Adam dan khalifah yang hendak diciptakan Allah ini adalah khalifah yang benar-benar berasal dari golongan manusia. Perhatikan ayat berikut ini: Dan Dialah yang telah menjadikan kamu khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat ‘iqab-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang. (Q.s. al-An’am: 165).

Ayat tersebut kembali menegaskan bahwa sesungguhnya Allah adalah pencipta para khalifah di muka bumi ini. Kata ganti orang kedua (dhamir mukhatab) pada ja’alakum merujuk pada seluruh umat manusia. Menilik pada keumuman lafadz ini, apabila dikaitkan dengan pertanyaan malaikat tentang penciptaan khalifah, maka khalifah sebelum Adam adalah khalifah dari golongan manusia juga. Ada banyak “Adam-Adam” lain yang sebelumnya diciptakan Allah dengan fungsi yang sama namun dengan karakter yang berbeda; destruktif.

Adam dan Instalasi al-Asma’

Dengan mengorelasikan fakta-fakta arkeologis tentang ragam manusia sebelum Homo Sapiens, tampaknya selaras dengan karakter “destruktif” sebagai yang digambarkan malaikat. Namun, bukankah karakter hominid memang demikian? Manusia-manusia tersebut mempunyai struktur fisik yang hampir mirip manusia (kalau tidak ingin dikatakan hampir mirip kera). Mereka tercipta dengan volume otak yang kecil yang dengan sendirinya perilakunya pun cenderung tanpa tatanan manusiawi atau bersifat kebinatangan. Mereka tidak layak disebut sebagai khalifah. Sementara itu, khalifah mempunyai kedudukan yang terhormat sebagai “duta” Allah untuk mengelola bumi ini.

Di sinilah letak diskontinuitas itu. Ternyata, kita tidak bisa mengorelasikan fakta sejarah manusia (asal mula manusia menurut para penganut evolusionisme) dengan asal-usul Adam. Ada banyak keterserakan, sebagaimana yang dideskripsikan Michel Foucault, diskontinuitas dipahami sebagai terserak dan berkecambahnya sejarah ide-ide dan munculnya periode-periode yang begitu panjang dalam sejarah itu sendiri. Dalam pengertian tradisional, sejarah semata-mata selalu tertuju pada keinginan untuk menentukan relasi-relasi kausalitas, determinasi sirkular, antagonisme dan relasi ekspresi antara berbagai fakta dan kejadian yang terekam oleh manusia (The Archeology of Knowledge, hlm. 10).

Keterserakan ini yang menyangkut relasi-relasi kausalitas, determinasi sirkular, antagonisme dan relasi ekspresi antara berbagai fakta dan kejadian yang terekam oleh manusia. Celakanya, kita menganggap bahwa data-data historis tentang bapak manusia itu dirasa cukup hanya dengan ditafsirkan oleh data-data hadits yang sangat dipengaruhi oleh kisah-kisah israiliyat (Bible). Seandainya kita hendak meneliti sejarah penciptaan ini, meminimalisasi diskontinuitas dengan “comot sana comot sini” dari data-data Biblikal bukanlah semangat Qur’anik. Bukankah sejak awal al-Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya?

Dengan meneliti ayat “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (Q.s. al-Baqarah: 37), suksesi khalifah yang tidak berdasarkan kalimah Allah ke yang berdasarkan kalimah Allah barangkali yang paling mendekati untuk mereka-reka praduga ini. Allah hendak mengganti khalifah yang berperilaku destruktif yang tidak berdasarkan pada hukum-hukum Allah dengan khalifah berperadaban yang berdasarkan pada hukum-hukum Allah. Jadi, tegaslah bahwa para hominid itu bukan khalifah.

Namun yang pasti, Adam bukanlah manusia pertama. Tampaknya Q.s. al-Baqarah: 30 menghendaki bahwa penciptaan khalifah berikutnya adalah untuk mereformasi dan merehabilitasi “Adam-Adam” sebelumnya. Dengan kata lain, Allah hendak mengganti khalifah perusak yang tanpa tatanan hukum Allah itu dengan khalifah baru yang bernama Adam dan anak keturunannya kelak yang berlandaskan tatanan hukum Allah.

Selanjutnya, proses pembelajaran untuk khalifah baru ini segera dilakukan. Instalasi ini adalah pembekalan pada diri Adam yang berupa persiapan diri untuk menerima seluruh identifikasi nama-nama, al-asma’ kullaha. Kalimat kullaha adalah penguatan (taukid) bahwa pengajaran al-asma meliputi seluruh nama-nama atau identitas (al-musammiyaat) benda-benda (Tafsir Zamakhsyari, Juz I, hlm. 30).

Sementara itu, Imam al-Qurthuby menitikberatkan bahwa proses pengajaran al-asma’ adalah pengajaran dalam bentuk dasar-dasar ilmu pengetahuan (Tafsir al-Qurthuby, Juz I, hlm. 279). Hal ini mengandung makna yang lebih dalam, bahwa Adam sudah diperlengkapi dengan perangkat nalar yang siap untuk menerima seluruh identifikasi nama-nama. Pengajaran bukanlah dengan mengajarkan penyebutan benda-benda satu-persatu belaka, namun lebih pada pengidentifikasian yang selanjutnya dikembangkan sendiri oleh Adam. Adam-lah manusia rasional yang pertama.

Proses instalasi ini dijadikan bekal Adam untuk diwariskan kepada anak cucunya dalam rangka mengelola dunianya kelak. Instalasi al-asma’ adalah instalasi sendi-sendi pengetahuan sehingga Adam mampu mengidentifikasi nama-nama seluruhnya (al-asma’ kullaha). Faktor inilah yang mendorong manusia untuk menjadi makhluk pembelajar—homo academicus. Adam mampu mengidentifikasi dan mengembangkan daya nalarnya sampai pada tahap yang mengagumkan malaikat. Sementara, malaikat tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun kecuali apa yang telah diinformasikan Allah kepada mereka, subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa. Inilah yang membuat malaikat jatuh tersungkur karena ta’dzim kepada Adam akan pencapaian kemajuan ilmiahnya.

Tampaknya, diskontinuitas sejarah penciptaan Adam memang demikian adanya. Al-Qur’an—justru—hendak menggerakkan hikmah di balik penciptaan itu untuk selalu terus menerus berpikir dan menggunakan daya nalar manusia di bawah bimbingan hukum Allah (kalimaatin) sebagaimana Adam meletakkan dasar-dasar budaya dan peradaban di bawah bimbingan-Nya. Sementara itu, membicarakan Adam sebagai tokoh sejarah (manusia pertama atau bukan) tidaklah substansial dan tidak memberikan dampak apa-apa bagi peradaban itu sendiri.l

Categories : FEBRUARI 2009 | SM 04-09

Comments
55 Responses to “Adam Bukan Manusia Pertama (menurut Suara Muhammadiyah)”
  1. saleh mengatakan:

    dalam alqur’an sudah dijelaskan secara rinci tentang manusia pertama, jika ketentuan tersebut yang dipersoalkan lalu model interpretasi mana yang digunakan bahwa antum mengatakan bukan adam manusia pertama yang diciptakan seperti yang disebutkan dalam alqur’an, apa dasar anda, kemudian antum juga harus menunjukkan dalil mana yang mengatakan bahwa adam bukan manusia pertama. 1 pertanyaan saya, sebelum adam diciptakan mana tubuh yang 1 kali diciptakan Allah yang disuruh menyembah kepadaNya. jelaskan !!!!!!!!!!!!!!!
    mohon kita diskusi. (alamat fb : ciumfiesta@yahoo.co.id)

    • soleh mengatakan:

      tadi diatas sudah ditulis, di Al qur’an tidak secara ekplisit, tidak secara rinci, tapi saleh mengatakan secara rinci, mana yang bener nih ?

    • radianzikri mengatakan:

      coba renungkan, betapa dengan mudahnya Allah Swt menghidupkan dan mematikan, mengganti suatu kaum, membolak balikkan dunia dan ini ketentuan Alquran nya

      “Dan Dialah yang memulai penciptaan itu, kemudian Dia mengembalikannya/mengulangi kembali ciptaan itu, dan mengulangi itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat Yang Mahatinggi di langit dan bumi, dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”. (Q.S. Ar-Ruum [30] : 27)

      “Katakanlah, “Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali?”. Katakanlah, “Allah memulai penciptaan, kemudian Dia mengulanginya (mengembalikannya). Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah) ?”. (Q.S. Yunus [10] : 34)

      “(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. Janji yang pasti kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya.”. (Q.S. Al-Anbiya’ [21] : 104)

  2. dildaar80 mengatakan:

    Surah al-Baqoroh ayat 30 terjemahannya demikian:

    Dan ketika Tuhan engkau berkata [57] kepada para malaikat, [57a] “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang [a] khalifah di bumi;” berkata mereka, “Apakah Engkau akan menjadikan di dalamnya orang yang akan membuat kekacauan di dalamnya dan akan menumpahkan darah? [58] Padahal kami bertasbih dengan pujian Engkau [59] dan kami mensucikan [60] Engkau.” Berfirman Dia, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” [61]

    Qala perkataan bahasa Arab yang lazim dan berarti, ia berkata. Tetapi, kadang-kadang dipakai dalam arti kiasan, bila yang dimaksudkannya bukan pernyataan kata kerja, tetapi keadaan yang sesuai dengan arti kerja itu. Ungkapan. imtala’a al-haudhu wa qala qathni (kolam itu menjadi penuh dan ia berkata, “Aku sudah penuh”) tidak berarti bahwa kolam itu benar-benar berkata demikian; hanya keadaaannya mengandung arti bahwa kolam itu sudah penuh. dengan ungkapan lisan. Maka ayat ini hanya berarti bahwa para malaikat itu dengan peri keadaan mereka. menyirat jawaban yang di sini dikaitkan kepada percakapan antara Tuhan dan para malaikat tidak perlu diartikan, secara harfiah sebagai sungguh- sungguh telah terjadi. Seperti dinyatakan di atas, kata qala itu kadang-kadang dipakai dalam arti kiasan, untuk mengemukakan hal yang sebenarnya bukan suatu ungkapan lisan, melainkan hanya keadaan yang sama kata-kata yang diucapkan mereka.

    Mala’ikah ( para malaikat ) yang adalah jamak dari malak di serap dari malaka, yang berarti, ia mengendalikan, mengawasi; atau dari alaka, artinya, ia mengirimkan. Para malaikat disebut demikian, sebab mereka mengendalikan kekuatan-kekuatan alam atau mereka membawa wahyu Ilahi kepada utusan-utusan Allah swt. dan pembaharu-pembaharu samawi.

    Para malaikat tidak mengemukakan keberatan terhadap rencana Ilahi atau mengaku diri mereka lebih unggul dari Adam a.s. Pertanyaan mereka didorong oleh pengumuman Tuhan mengenai rencana-Nya, untuk mengangkat seorang khalifah. Wujud khalifah diperlukan bila tertib harus ditegakkan dan hukum harus dilaksanakan. Keberatan semu para malaikat menyiratkan bahwa, akan ada orang-orang di bumi yang akan membuat kekacauan dan menumpahkan darah. Karena manusia dianugerahi kekuatan-kekuatan besar untuk berbuat baik dan jahat, para malaikat menyebut segi gelap tabiat manusia; tetapi, Tuhan mengetahui bahwa manusia dapat mencapai tingkat akhlak yang demikian tingginya, sehingga ia dapat menjadi cermin sifat-sifat Ilahi. Kata-kata, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, menyebutkan segi terang tabiat manusia.

    Pertanyaan para malaikat, bukan sebagai celaan terhadap perbuatan Tuhan, melainkan sekedar mencari ilmu yang lebih tinggi mengenai sifat dan hikmah pengangkatan itu, Untuk arti nusabbihu lihat catatan no. 2981.
    Sementara tasbih (memuji) dipakai bertalian dengan sifat-sifat, maka taqdis (menyanjung kekudusan Tuhan) dipergunakan tentang tindakan-tindakan-Nya.

    Adam a.s., yang hidup kira-kira 6000 tahun yang lalu, umumnya dipercayai sebagai orang yang pertama sekali, dijadikan oleh Tuhan di atas muka bumi. Tetapi, pandangan itu tidak didukung oleh Alquran. Dunia telah melalui berbagai daur (peredaran) kejadian dan peradaban; dan Adam a.s. leluhur umat manusia zaman ini, hanya merupakan mata rantai pertama dalam daur peradaban sekarang dan bukan orang pertama makhluk ciptaan Tuhan.

    Bangsa-bangsa telah timbul tenggelam, peradaban lainnya telah datang dan pergi. Muhyidin Ibn Arabi, seorang sufi besar mengatakan bahwa, sekali peritiwa beliau melihat diri beliau dalam mimpi sedang tawaf di Ka’bah. Dalam mimpi itu seorang yang menyatakan dirinya sebagai seorang dari nenek moyangnya nampak di hadapan beliau. ” berapa lamanya sudah lewat sejak anda meninggal ?” tanya Ibn Arabi. ” Lebih dari empat puluh ribu tahun”, jawab orang itu, “Tetapi masa itu jauh lebih lama, dari masa yang memisahkan kita dari Adam,” kata Ibn Arabi lagi. Orang itu menjawab, “Tentang Adam yang mana engkau bicara? Tentang Adam yang terdekat kepada engkau atau tentang Adam lain ?” “Maka aku ingat, ” kata Ibn Arabi, “suatu sabda Rasulullah saw. yang dimaksudnya bahwa, Tuhan telah menjadikan tidak kurang dari seratus ribu Adam dan saya berkata dalam hati, “barangkali orang yang mengaku dirinya datukku ini seorang dari Adam-adam terdahulu”(Futuhat Makkiyah, II, hal. 607).

    Tidak dikatakan bahwa keturunan yang hidup sebelum Adam a.s. seluruhnya telah lenyap, sebelum beliau dilahirkan. Mungkin sekali kerika itu masih ada sedikit sisa yang tertinggal dari keturunan purba itu, dan Adam a.s. itu seorang dari antara mereka, Kemudian, Tuhan memilih beliau menjadi leluhur keturunan baru dan pelopor sera pembuka jalan peradaban baru. Dijadikan seakan-akan dari yang telah mati, beliau melambangkan terbitnya fajar zaman kehidupan baru. Karena khalifah berari penerus, maka jelas sekali manusia telah ada hidup di bumi ini, sebelum Adam a.s. yang menggatikan mereka, dan kita tak dapat mengatakan apakah penduduk asli Amerika, Australia, dan sebagainya itu, keturunan Adam a.s. terakhir ini atau dari Adam lain yang telah lewat sebelum beliau.

    Banyak telah dibicarakan mengenai tempat kelahiran Adam a.s. atau dimana beliau diangkat sebagai mushlih (pembaharu). Pandangan umum ialah beliau ditempatkat di suatu tempat di surga, namun kemudian diusir dari situ, lalu ditempatkan di suatu tempat di dunia. Tetapi, kata-kata “di bumi” menyangkal pandangan itu, dan secara pasti mengemukakan bahwa, Adam a.s. hidup di bumi dan di bumi pula beliau diangkat sebagai Pembaharu. Sangat besar kemungkinan bahwa, beliau untuk pertama kali tinggal di Irak, tetapi kemudian diperintahkan berhijrah ke suatu negeri tetangga. Lihat pula Edisi besar Tafsir Bahasa Inggeris pada ayat ini.

  3. falah Daruquthni P mengatakan:

    permasalahan benar tidak adam adalah manusia pertama (kahlifah) di bumi pada masa edar terakhir ataupun pertama dunia diadakan oleh Allah (tuhan)’ bukanlah menjadi bahan substansi untuk dibuat perdebatan, lebih menarik bila kita telaah kembali teori-teori tersebut untuk memunculkan sebuah pertanyaan dasar ” kenapa tuhan (Allah) menciptakan atau membuat kondisi seperti itu?”.
    Berawal dari keyakinan (beberapa) ulama yang mengatakan bahwa memang benar tidak ada manusia sebelum Adam AS. sedangkan lain mengatakan, pernah ada manusia sebelum adam yang pernah mengisi dunia ini. bahkan ada yang meyakini adam adalah regulasi terakhir dari beberapa manusia yang menghuni bumi. hingga teori “manusia keturunan monyet”.
    saya lebih tertarik untuk mencari alasan dari tuhan membuat semua ini ( jangan berpatok pada “ini adalah kehendak Allah” semua pasti akan buntu dan selesai). namun pendapat rasional saja.
    terima kasih

    • Ahmad mengatakan:

      Apakah Allah yang disembah sebagai Tuhan adalah Allah yang benar, pencipta.
      Atau ada Tuhan yang lain selain Allah?.
      kalau benar siapakah Allah pencipta itu? jangan-jangan sudah sering solat ternyata salah.

  4. Sapto MS mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Saya sebagai orang awam ingin mengomentari ayat berikut ini yang ditulis pada :”http://forum.dudung.net/index.php?topic=6372.0″ yang mana pembahasannya sama yaitu “Adam bukan Manusia Pertama !”
    Dalam “kata kasar” berarti Apa yang tertera dalam kitab-kitab dan al-quran itu hanyalah bohong belaka, berarti Para nabi dan utusan NYA dari adam s/d muhammad adalah rasul/manusia pembohong, dan terlebih kasar lagi bisa kita katakan bahwa Allah itu sebananya “PEMBOHONG” alias ALLAH atau TUHAN itu tidak ada. “Nauzubillah min dzaliq”
    inilah ayat yang dicantumkan di dudung.net. yang berbunyi :
    “Allah berfirman: Sesungguhnya banyak dari para kisah nabi dan rosul serta orang-orang terdahulu yang tidak dikisahkan dalam kitab Allah”. Kisah Para Nabi dan Rasul dari Adam sampai Muhammad diceritakan semua dalam Kitab Allah, nah kalau ada yang tidak dikisahkan dalam kitab Allah berarti hidupnya pada zaman sebelum Adam.

    Dalam ayat di atas itu sebenarnya kemungkinan besar maksudnya dan artinya (karena saya orang awam), bahwa masih banyak dan memang sangat banyak kisah dan sejarah para Nabi / rasul yang tidak tercatat atau tidak “kami” catat dalam kitab biarpun dalam Al-quran sekalipun karena jika “Mereka” mencatat semua kisah mulai terjadinya dunia ini sampai dengan hancurnya dunia ini Al-quran itu tidak mungkin akan setebal sekarang ini yang hanya 114 ayat, Namun akan setebal “langit dan bumi” bagaimana mungkin kita akan membaca kitab yang setebal itu ? sedangkan kitab yang tebalnya hanya “114 ayat” saja masih banyak manusia yang mempertentangkan dan mencari-cari “taqwilnya / “kafir” karena tidak paham akan maknanya apa lagi bila semua riwayat ditulis dalam Al-quran pasti ketebalan alquran akan bertambah. sesungguhnya disinilah manusia itu diuji dengan petunjuk dan larangan. Allah tidak melarang kita mempelajarii Ilmu, belajar ilmu, sampai kepada mempelajari Dzat, Sifat, Asma, Afal, DNA, test DNA, karena setiap benda itu terdiri dari sel-sel yang terkecil sekalipun termasuk JIN dan MANUSIA, atau sering kita kenal dengan Aura, Energi, bagaimana kita masih beragama kalau telah mematahkan agama itu sendiri ? satu ayat saja yaitu teori “BIG BANG” ledakan besar, yang berbunyi, “Orang kafir tidak mengira bahwa Bumi dan langit itu dulunya satu padu adanya kemudian kami memisahkannya,……..” jadi bagaimana mungkin ada manusia sebelum adam kalau agama mengatakan adam manusia penciptaan pertama ? sedangkan bumi saja dulunya “satu padu” adanya terus manusia sebelum adam tinggal di bumi mana ?
    inilah kemungkinan jabaran saya yang mana bahwa Istiqomah lebih penting dari ilmu apapun, karena Alquran itu hanyalah sebuah buku bagi saya yang mana akan bermanfaat buku tadi kalau dibaca dan dikaji kemudian dimaknai dengan sebenar-benarnya kemudian di afalkan, dijalankan kebenaran itu. inilah kitab yang berisi “pentunjuk dan larangan”
    jika dalam kata-katasaya kurang berkenan dan tidak benar kembalikan kepada saya dan dsaya mohon maaf, namun seandainya ada kebenaran dalam tulisan ini kembalikan kepada Allah karena “Beliulah” yang maha benar.
    wasalam
    Sapto MS

  5. Sapto MS mengatakan:

    Assalamualaikum Wr. Wr.
    Satu Pertanyaan buat para ahli-ahli : Bisakah “DNA JIN”, BInatang, Bercampur dengan DNA Manuisa ? Ada satu atau bebarapa kejadianyang sering kita dengar dan kita lihat di depan mata Contohnya “DALBO SI MANUSIA GUNDROWO” atau “Sangkurinag Putranya Peri (Dewa)”, kemudia lagi ada “MANUSIA HARIMAU”, “MANUSIA BUAYA PUTIH” Terakhir “Jenglot Manusia berkepala Ular” jadi pertanyaan saya Bisakah DNA / SEL / ATOM / UNSUR / ION / PTORON, bercampour dengan hal yang demikian itu ? (binatang, hewan, peri, jin, gundruwo) terima kasih atas balasan dan ulasannya.
    Wassalam.

  6. Skm mengatakan:

    He..ampun dah lg ngmngin om adam yach..cuba kt ambil jalur di luar aturan hidup..yaitu ilmu hidup..hi..hi.. Pasti nyampe dech..krn aturan hdp cm untk suatu kaum pd masanya mknya isinya jg cm segitu ajah…peradabn sblm adam jg bnyk..mereka bukan musnah/di habisi ama tuhan..ya cm sbgian aja..yg di abisin.bnyk dr mereka dah bosen hdp di surga..ampe lm bgt..bnyknya perang n krusakan sbl ada om adam..krn bumi brisi para ksatria smua wajar kl pd ngejago smua..di islam aja tuk menaklukan wilayah jg hrs melalui mandi darah..biarpun alesannya jahiliyah atopun siar agama.yach cm di bumi nvsantara aja ga pake perang..krn penghuninya adlh mahluk2 yg memiliki pradaban tinggi..

  7. Skm mengatakan:

    he..ngomngin lg ya tntng om adam-maap om adam nt jngn mrh lho?!..adam di ciptakan tuhan dr tanah di surga..sdngkan manusia punya 4 unsur yaitu air api angin tanah.cb kl salah satu unsur ga ada? y pasti ga idup dah..adam mencuri buah quldi trus di buang dr surga spya dlm idup cm ga nerima enaknya aja..di surgakan tnggal makan..apa tuh quldi n surga..ada yg tau??..ampun di sini tlng jngn di ikutkan penelaahan versi agama ya…nanti timbul sara..he…ya stidakoya pke cr akademis gt yach ..

  8. Skm mengatakan:

    om mau tau quldi??..tu padi om..orang arab jg tau..walaupun dlm kt laen jd gandum.trnyata sluruh dunia menjadikannya sbg makanan pokok yach..hebat dong..kl surga yach tau sendirilah.. sglnya ada..apa lg air..wah melimpah ruah ampe kbnjiran kl.he..om adam kan pencuri..disurga..jd smua anaknya jg kturunan pencuri donx..mknya di buang ke tanah tandus maap air aja susah di sana..yg dngn tujuan spya mandiri n bs berkarya..he..surga tuh.. Ga di atas ato di alam laen tp di tempat yg makmur di bumi ini mulai dr adanya alam smesta..yg bermandikan matahari..bkn daerah tandus ato daerah dingin kayk arabia ama eropah..surga adanya di nusantara n makhluk sblm adam jg awalnya di nusantara..dan setiap kitab menjelaskan umatnya tuk belajar/mencari surga ke timur..kl yg udah paham pasti tau

  9. Skm mengatakan:

    laen lg ne..bgmana terciptanya bumi??ato alam smesta??..tuhan maha gaib..tp gaib jg bs dijabarkan shngga ga ada rahasia antara tuhan dgn makhluknya..bahkan kl mahluk tuhan bs bersenyawa..wah indah tuh kyk temen akrab/kl kita mengumpamakan sperti spasang kekasih..yg saling mencintai..tuhankan mencintai smua makhluknya..rahasia tuhan adalah proses menuju kesempurnaan makhluknya..yg paripurna..sbg khalifah!! yg di idam2kan malaikat dr awal terciptanya khidupan..siapa bilang makaikat ga iri..krn manusia di beri klebihan yg mutakhir..berfikirlah lebih besar jgn hanya setebal kitab2 di dunia ini..laen waktu di sambung yach..amien..yaa robbal aalamien..

  10. Skm mengatakan:

    bt om sapto ms..tntng persilangan dna manusia dgn makhluk laen tu bisa!!..ingat di bumi ini bnyk skali alam dimensi laen. stau sy ada 43 dimensi.oc lah..tp cb kt msk kdalam daya pemikiran yg luas..persilangan dna itu bnyk terjadi..1 cntoh sperti centaur/manusia stngh kuda atopun dalbo anak genderuwo..krn pd dasarnya mereka mampu menembus batas larangan2 tsbt.(dlm arti makhluk yg sm2 memiliki bentuk raga..orang di kitab2 agama laen jg ada pnjlasannya..spt para malaikat yg menikahi anak2 adam shngga ada yg berwujud raksasa..)kl msh ada..tnda ?..ya lbh bnyk blajar lg..

  11. Skm mengatakan:

    dan makhluk2 itupun msh dlm keterbatasan/terkunci dlm dimensi2 mereka.dlm arti khidupan mereka blm sempurna krn kegagalannya dlm persenyawaan dgn alam..ingt!! izin hidup tlah di brikan oleh tuhan.dan tgs khalifah adalah mengenal jati dirinya..stlah itu mengenal unsur2nya n bersenyawa..kt hdp di bumi ini tlah berhutang terhadap alam..cb pikir?! Kita minum air tp apa yg bisa kt lakukan dgn air itu??dan bg mana cr membalas jasa dr air..sederhana memang.tp itu adlh hutang..yg hrs di byr..dan itupun akan dipertanyakan oleh alam ini..shng bnyk khidupan2 yg terdahulu menjadi kvrang sempurna..krn unsur2 alampun ingin di akui keberadaanya atas eksistensisnya terhdp kelangsungan hidup makhluk di bumi ini..

  12. Satya mengatakan:

    Tuhan-tuhan…!

    ALLAH ke gtu..!
    Pada susah2 bgd u nyebut pencipta lue sendiri..!

    artikel’a si bgus tp laen x gk usah da kta tuhan lg Tp Langsung ALLAH SWT..!

  13. kokam mengatakan:

    Manusia pertama adalah Adam, dan manusia adalah anak keturunan Adam. Sebagaimana hadits-hadits Nabi saw menjelaskan hal itu, di antaranya

    عن ابن عمر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم خطب بمكة فقال : ” يأيها الناس إن الله قد أذهب عنكم عَيْبَة الجاهلية وتعاظمها بآبائها . فالناس رجلان : رجل بَرّ تَقِيّ كريم على الله ، وفاجر شقيّ هيّن على الله . والناس بنو آدم وخلق الله آدم من تراب

    Dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah saw berkhutbah di Makkah dan bersabdam “Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Allah telah menghilangkan kebanggaan jahiliyyah dan nenek moyangnya. Maka manusia hanya dua; orang baik, bertaqwa dan mulia di sisi Allah, dan orang sengsara dan hina di sisi Allah. MAnusia adalah anak keturunan Adam, dan Allah menciptakan Adam berasal dari tanah” (HR: Tirmidzi)

    عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « الناس ولد آدم وآدم من تراب »

    Dari Abi Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Manusia adalah anak keturunan Adam, dan Adam berasal dari tanah”.

  14. mazthoha mengatakan:

    Assalamu alaikum……

    Ada tulisan yg juga membahas hal ini. Silakan berkunjung dan berdiskusi di blog saya.
    Syukron, jazakumullah..

  15. Hamba Allah mengatakan:

    assalamualaikum

    Kita manusia biasa. Artikel ini saja untuk merosakkan akhlak dan moral kita. Mungkin penulis ini seorng yahudi atau freemason yang cuba untuk merosakkan fikiran umat Islam. Ini semua adalah fitnah dajjal semata-mata untuk merosakkan dan memesongkan akhlak anak cucu adam. Fikir-fikirkan…

    wasslm.

  16. BerryDroid mengatakan:

    Saya setuju dengan konsep bahwa adam bukan ‘manusia’ pertama, karena mengacu pada alquran itu sendiri mengenai malaikat yg mempertanyakan ‘kenapa harus menciptakan khalifah yg justru akan membuat kerusakan di muka bumi?’
    Tentunya malaikat membuat pertanyaan ini bukan karena ‘tahu’ apa yg akan terjadi (mereka tetap makhluk tuhan juga lho), tp lebih berdasarkan rasional karena ‘pengalaman’ yg telah ada sebelumnya. Terlepas apakah ‘manusia’ tersebut berbentuk sama ataukah berbeda dengan jenis kita.

  17. Akhoi mengatakan:

    Ass Wr Wb.
    Kita sebagai umat manusia harus mengakui bahwa kita adalah anak cucu dari Nabi Adam as.
    Tetapi apakah sebelum Nabi Adam as ada kehidupan manusia sebelumnya ?

    Allah SWT menciptakan langit dan Bumi beserta seluruh isinya termasuk Malaikat, Jin, iblis, setan, dan Makhluk hidup lainnya.
    Awal era manusia adalah dengan diciptakannya Nabi Adam as. Jika ada kehidupan sebelum Nabi Adam as yang berbentuk manusia itu tidak bisa dikatakan sebagai manusia dikarenakan awal era manusia adalah dimulai dari terciptanya Nabi Adam as.
    Wassalam.

    • Mahayoga mengatakan:

      Mmg kdg kala manusia yg merasa plg pnter ,kurg kerjaan mengkaji sesuatu yg ga brguna,ampe lupa bhwa qur’an,nabi,malaikat,kiamat it benar adanya,kalo mash ragu dan bnar2 ragu ampe ga pcya,silakan tinggalkan tauhid,BRANI???kalo g brani yawda kt cri bhsan yg lbh mempertebal iman kt ja.

  18. danto mengatakan:

    Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral
    uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan
    penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan
    dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir
    hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo
    untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor
    nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500
    ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100
    ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out
    yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
    Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor
    nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar
    pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka
    teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat
    membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani
    masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan
    topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!
    Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua miliar tahun, setelah adanya
    bukti data geologi, dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah
    sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui
    bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran
    selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah
    nuklir. Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius
    kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor
    nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia.
    Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan
    dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini
    sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah
    teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul
    akan cara penggunaannya. Hal yang patut membuat orang termenung dalam-dalam
    ialah bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju
    tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya
    setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini? Permulaan
    sebelum dua miliar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang
    ini terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat
    berapa banyak peradaban yang demikian ini menuju ke binasaan?

    • Mahayoga mengatakan:

      Pembohong besar berita itu pak,emgna ada tanggal pembuatan reaktor it?namanya jaman prasejarah it sama halna dongeng sbelum tdur,cz lum ada tlisan,cuma m0dal kira2,lagian bpak udah tamasya ke tempat reaktor it ya,jgn2 media wat dukung reaktor it cuma kyak film kartun,memakai miniatur2 gt,wkwkwkw

  19. Priono mengatakan:

    Entah saya mau bicara apa,bingung memikirkan siapa sebenarnya manusia sebelum adam?manusia perlu belajar banyak sejarah masa lalu,agar ngak ketinggalan.tapai saya yakin bahwa sebelum adam,bumi ini pernah dihuni mahkluk sama seperti manusia sekarang,hanya peradapannya dan teknologinya lebih maju dari pada peradapan sekarang.amin

  20. utha mengatakan:

    Samlekom :)
    Apalah yg klian bahas ini ,
    Tanya ama allah aja sana gih ,
    Biar jelas smuanya ,
    Klo klian yg bhas gag akan siap” mah ,
    Smua punya pndapat dan cara pandng masing” ,
    Dicampur dengan sifat keras kpala yg mnganggap pndapatnya yg betul ,
    jdilaah ini prdebatan tanpa ujung ,
    :))
    skian ,
    Wassalam :)

  21. Jaro Gunung mengatakan:

    PADA RAME… MEMPERMASALAHKAN TENTANG ADAM DAN ‘MANUSIA SEBELUM ADAM’ KALIAN AKHIRNYA JADI SEPERTI TELUR YANG MEMBAHAS AYAM
    SEBELUM MENGIRA-NGIRA ADA MANUSIA SEBELUM ADAM….. LEBIH BAIK INGAT-INGAT WAKTU KALIAN LAHIR KE DUNIA……….. PADA INGAT GAK???
    KALAU SAAT KALIAN SENDIRI LAHIR SAJA KAGAK INGAT…………. APALAGI SEBELUM PENCIPTAAN ADAM………RIBET BENER…. HAL KAYAK GINI JANGAN DIPERDEBATKAN… LEBIH BAIK KALIAN JALANKAN SAJA AMAR MA’RUF NAHYI MUNKAR……..

  22. budi c mengatakan:

    apakah anda MENGETAHUI semua rahasia Allah,????????
    hanya sedikit sekali rahasia yang Allah yang diketahui oleh ,,,,jin,rasul,nabi bahkan malaikat sekalipun,apalagi anda…>>>>ITU SEMUA RAHASIA ALLAH

  23. Ndhie mengatakan:

    Nyimak aja pak kyai ana Kagak ikut komen ah ana pengen istiqomah ibadah aja susahnya gak ketulungan,silahkan aja kyai2 yg pinter asal niatnya satu, ikhlas pengen ridho alloh swt bukan allah loh he..he..

  24. roll_smoke mengatakan:

    Jangan buat keraguan atas nabi, kalian islam kan?

  25. bebasparkir mengatakan:

    ciri orang yang kebingungan dalam menjalani hidup adalah orang yang mengalami kebingungan akan apa yang menjadi pegangan hidupnya. kebanyakan orang indonesia hanyalah berbangga dengan teori2 filsafat Yunani…sedangkan kita liat saat ini Yunani terpuruk dengan apa yang selama ini mereka sebarkan (dan orang indonesia sangat doyan dan nafsu dengan melahapnya mentah2 berbagai ilmu dan teori2nya). Kalo kita balik, bagi mereka yang konon ‘alergi’ dengan ajaran kiblat Saudi dkk, pertanyaan saya apakah terjamin kiblat sang penulis blog ini ‘yang tersirat’ ataupun teman2 yang berafiliasi ‘liberal’ (memahami semua ajaran agama dengan mengedepankan rasionalitas) memberikan jawaban yang ‘qathi??? Sebenarnya teringat dengan history ‘pecahnya’ agama katolik yang diakibatkan arus ‘liberalisasi’ gerakan Lutherian, dimana dogmatik injil diubah menjadi rasionality….diakibatkan tekanan dari orang2 liberal katolik yang tidak senang dengan ‘penyimpangan pihak gereja’ sehingga memunculkan gerakan anti gereja, persis yang terjadi di tubuh Islam saat ini. sehingga, menurut asumsi yang terjadi bahwa gerakan2 neoliberalism dalam tubuh Islam seperti yang ‘menghinggapi’ diri penulis blog ini dkk, menegaskan apa yang diuraikan berdasarkan rasionalitas dengan menolak ‘tegas’ dogma yang telah menjadi pintu ‘syari’at’. Keinginan untuk menarik alasan pembenaran ‘meski sejatinya menyimpang’ sungguh, bagi saya sendiri sangat naif dan lucu. Kekhilafan para ulama itu adalah lumrah, namun, banyak orang di negeri kita yang ‘latah’ merasa pintar dalam memberikan dalil dan penjabaran tentang syari’at. Meskipun mereka menyadari bahwa kaidah bahasa Arab sangatlah unik, sedangkan penulis blog ini ataupun kawan2nya ‘saya yakin’ hanyalah mempelajari dari kursus ataupun sekolah yang ‘cuma’ 5 tahun. Karena sejatinya kita tahu bersama ‘kuliah’ adalah sarana mendapatkan gelar, lingkungan dan apa yang kita bacalah yang akan menjadikan apa isi pikiran kita ‘para sarjana’. Singkat kata, bagi saudaraku muslim/ah mari sejak dini kita bijak membaca atau mengikuti apa kata penulis blog/buku/kitab, setinggi apapun gelar mereka (dari S1, Lc ataupun Prof, Dr….dsb) bukan berarti mereka itu cerdas, pintar sudah barang tentu karena sekolah mereka bertujuan mendapat gelar tersebut, namun kecerdasan emosional dan spiritual belum tentu tertancap di dalam hatinya. So, pelajari baik2 agama ini…agama yang insyaAllah ad dien dipastikan kebenarannya….

  26. Bayu Indera Nugroho mengatakan:

    saya,setuju dengan artikel ini…bahwa adam bukan manusia pertama,,menurut info yg saya dapat,bukannya saya sok tau atau gimana,,dan,bukannya saya tidak membenarkan bahwa adam itu sebagai seorang nabi,,namun,,saya setuju bahwa yang di maksud,bahwa adam adalah pemimpin pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. yang hampir sempurna,,sehingga kita makhluk(manusia)yang di maksud adam..lebih tinggi derajatnya dari pada malaikat dan jin..saya juga baca,,comments di atas, tentang reaktor,,para ilmuwan menghitung umur fosil,dengan carbon-18,,bukannya di reaktor tersebut ada tanggal pembuatannya,,,lebih banyak wawasan lagi tentang cara menghitung umur fosil…!!!banyak ditemukan manusia purba yang umurnya jauh sebelum adam diciptakan,,dari mana saya dapat info ini..? saya banyak membaca,,tentang artikel ini,,tidak hanya artikel ini yang saya baca,,menurut saya,,,fix,,bahwa sudah ada manusia sebelum nabi Adam a.s,,…………….nanti lag dech nyambung…..

  27. Romi mengatakan:

    Assalaamu’alaikum,
    Mohon maaf bukan bermaksud menggurui, saya hanyalah orang awam yang ingin mengungkapkan pemikiran saya sendiri, mohon maaf jika ada yang salah dan mohon pencerahan,
    1. Setahu saya Al Qur’an tidak dapat diartikan secara harfian, Al Qur’an hanya bisa ditafsirkan, tidak ada satupun buku yang memberikan judul Arti Al Qur’an, yang ada hanya Tafsir Al Qur’an, dengan demikian, Sesungguhnya hanya ahli kitab dan kaum ulama yang dapat menafsirkan isi sesungguhnya dari Al Qur’an.
    2. Allah SWT adalah sang pencipta, kapanpun Allah SWT ingin melakukan sesuatu hal terhadap umatnya, hal itu akan bisa langsung terlaksana
    3. Mengenai Nabi Adam AS, Kalau boleh saya berpendapat, Adam adalah manusia pertama di bumi setelah manusia sebelumnya musnah ataupun dimusnahkan oleh Allah SWT….., berpegang pada penemuan fosil manusia di sangiran, jawa tengah yang berumur sekitar 2 juta tahun yang lalu, berarti memang sebelum jaman nabi adam yang hidup kira2 6000 tahun Sebelum Masehi (berdasarkan beberapa referensi), sudah ada penghuni bumi yang bernama manusia.
    Jika saya kembalikan kepada Surat Al Baqarah ; Mungkin pertanyaan malaikat akan saya tafsirkan seperti ini, Kenapa harus kembali diciptakan manusia, karena manusia sebelumnya tidak berbakti……

    Apa yang saya tulis ini memang memadukan antara apa yang saya tahu dari sisi agama dan ilmu pengetahuan…, karena Al Qur’an sendiri secara tidak langsung menyuruh kita untuk belajar dan menimba ilmu sebanyak2nya dengan tetap berpegang kepada Al Qur’an sebagai pedoman….., Dan saya rasa tidak ada larangan untuk mencari tahu apa yang telah terjadi, yang ada adalah larangan mencari tahu apa yang akan terjadi, karena berarti kita mencoba untuk mendahulu Allah SWT……

    Sekali lagi mohon maaf jika apa yang saya ungkapkan ini salah dan tidak berkenan, mohon bantu pencerahan, karena sekali lagi, saya hanyalah orang awam yang mencoba mengungkapkan apa yang ada di fikiran saya.

    Wassalam

  28. bob mengatakan:

    seru nih
    tapi argumen di atas tadi bikin saya ragu
    say tdk paham betul soal agama apalagi tipologi bahasa dalm al qur’an, saya hanya mencoba memahami arti ayat dngan nalar saya saja karena ilmu sedikit. Yang saya ingin sampaikan bahwa dialog antara malaikat deng tuhan itu memang seperti itu karena
    1. Sebelum allah membuat adam dari tanah dan dijadikan khalifah di bumi Ia telah memberi tahu kepada mereka bahwa manusia itu seperti apa yag telah allah infokan kepada malaikat…
    2. Setelah tau apa yang di ajarkan tuhan kepeda malaikat…mereka pun percaya apa yang tuhan katakan
    3. ketika allah berencana menjadiannya khalifah dengan segala keterbatasan malaikat pun mereka berkata’ mengapa Engkau jadikan ia khalifah yg nanti akan melakukan kerusakan padanya?
    Dari penjelasan ini sudah jelas bahwa malaikat yang takluk atas Nya mencoba menerka nerka apa yang akan dilakukan ia di bumi…menurut apa yang tuhan katkan kepeda mereka..lalu tuhan pun berkata: aku menetahui apa yang engkau tdk ketahui….dari ini semua saya percaya bahwa adam adalah manusia pertama…ditambah perkataan rasul yaitu: hai rasullallah? Untuk siapa adam itu? Bukankah ia nabi? Rasul jwb..tiada nabi melainkan untuk umatnya dan adam nabi untuk anak2nya sekalian….thats it..no doubt bout it

  29. er mengatakan:

    Harap diperhatikan fakta berikut :

    1. Tinggi Adam 60 hasta (kurang lebih hampir 27 meter).
    2. Umur Adam 950 th.
    3. Jarak nabi Adam ke Nabi Nuh 2500 th. dan nabi Nuh tidak pernah menjumpai zaman Adam.
    4. Bahwa dari masa Adam hingga masa Nuh, manusia masih satu golongan belum menyebar terlalu jauh, artinya nabi satu berganti dengan nabi lain. Hal ini terbukti dengan fakta bahwa sikasaan banjir bandang zaman nuh diperuntukkan untuk seluruh manusia yang tentunya mereka semua masih 1 golongan yg memiliki satu rosul yaitu nabi nuh.
    5. Ukuran badan dan umur bangsa manusia (bangsa Adam) secara normal semakin lama semakin menyusut, walau pernah terjadi beberapa pengecualian misalnya umur nabi nuh yaitu 1000 th dan tinggi kaum ‘Ad sedikit agak lebih tinggi dari pada Adam.
    6. Ukuran besar nabi Ibrohim dilihat dari bekas tapak kakinya kira-kira tinggi nabi ibrohim adalah sekitar 3 meter, artinya jarak Adam ke Ibrohim sudah sedemikian jauh.

    Namun sayangnya saya masih belum bisa memperhitungkan tahun ke berapa sebelum masehi kah nabi Adam diturunkan ke bumi.
    Tapi saya sekedar perkiraakan bahwa nabi Adam diturunkan ke bumi adalah kurang lebih 13.000 sm. Jadi bila ada makhluk mirip manusia namun usianya lebih tua dari Adam dan ukurannya jauh lebih kecil dari Adam, maka jelas makhluk itu bukanlah bangsa Adam.

    Berikut ini 313 nama nabi-rosul yg saya ambil dari situs http://name.crazyartzone.com/index.asp?cat=313NabiRasul

    1. ADAM (1)
    2. SYITH
    3. ANUS
    4. QINAQ
    5. MAHYAIL
    6. AKHNUKH
    7. IDRIS (2)
    8. MUTARASHDAKH
    9. NUH (3)
    10. HUD (4)
    11. ABHAF
    12. MARDARIM
    13. SYARAQ
    14. SALLEH (5)
    15. AZFAHSYA
    16. SAFWAN
    17. HANZALAH
    18. LUT (6)
    19. ISAN
    20. IBRAHIM (7)
    21. ISMAIL (8)
    22. ISHAQ (9)
    23. YA’KUB (10)
    24. YUSUF (11)
    25. SYAMAIL
    26. SYUIB (12)
    27. MUSA (13)
    28. LUTAN
    29. YA’WA
    30. HARUN (14)
    31. KALIL
    32. YUSHA’
    33. DANIAL
    34. YUNUSH
    35. BALIA
    36. ARMIA
    37. YUNUS (15
    38. ILYAS (16)
    39. SULAIMAN (17)
    40. DAUD (18)
    41. ILYASA’ (19)
    42. AYYUB (20)
    43. AUS
    44. ZANIN
    45. ALHAMIA
    46. SABIT
    47. GHABIR
    48. HAMILAN
    49. ZULKIFLI (21)
    50. UZAIR
    51. IZQALAN
    52. ‘IZAN
    53. ALWUN
    54. ZAIN
    55. ‘AZIM
    56. HARBUD
    57. SYAZAN
    58. SA’AD
    59. GHOLIB
    60. SYAMAS
    61. SYAM’UN
    62. QOYADH
    63. SODHO
    64. SORAM
    65. INADH
    66. SAYAM
    67. AUDHUN
    68. BUYURZAR
    69. KAZUL
    70. BASAL
    71. BASAN
    72. LAKHIN
    73. GHALDAT
    74. RASUGH
    75. RASHAIN
    76. ALMUN
    77. LUGH
    78. BARSUA
    79. AL AZIM
    80. RASYAD
    81. SYARIB
    82. HAIBAL
    83. MILAN
    84. IMRAN
    85. HARYIB
    86. JURAIT
    87. SYAMAG
    88. SARIKH
    89. SAFAN
    90. QUBAIL
    91. DHOGFA’
    92. ISUN
    93. ISAF
    94. SODIF
    95. BARWAQ
    96. HASIM
    97. HIYAM
    98. ASIM
    99. WAJAN
    100. MISDA’
    101. ARIS
    102. SYARJIL
    103. KHORBIL
    104. KHORQIL
    105. ASYMU’IL
    106. SHAMDAM
    107. KABIR
    108. SIBAT
    109. UBBAD
    110. BASLAKH
    111. RAIHAN
    112. AMDAN
    113. MIRQAN
    114. HINAN
    115. LUHANA
    116. WALAM
    117. BA’YUL
    118. BASAS
    119. HABAN
    120. AFLIQ
    121. QAZIM
    122. NASIR
    123. AURIS
    124. MADH’AS
    125. JUZAIMAH
    126. SYARU
    127. WAHIL
    128. MA’NA’IL
    129. MUDRIK
    130. HARIM
    131. BARAQ
    132. HARMIL
    133. JABID
    134. ZARQAN
    135. ASFUN
    136. BARJAJ
    137. NAWA
    138. HAZRAIN
    139. ASHBIL
    140. ATAF
    141. MUHIL
    142. ZANJIL
    143. SYAMTAN
    144. ALQUM
    145. HUWAILID
    146. SOLAH
    147. SANUKH
    148. RAMIL
    149. ZAMIL
    150. QASIM
    151. BAYIL
    152. BAZAL
    153. KABLAN
    154. BATAR
    155. HAJIM
    156. JAWAH
    157. JAMIR
    158. HAJAN
    159. RASAL
    160. WASAM
    161. RADAN
    162. SADAM
    163. SYUSHA
    164. JAZAN
    165. SOHAD
    166. SOBHAN
    167. KALWAN
    168. SOAD
    169. GHOFRAN
    170. GHAYAR
    171. BULDAKH
    172. HAIDAN
    173. LAWA
    174. HAIRA’
    175. NASO
    176. HANAK
    177. HAFIKH
    178. KASYIKH
    179. LAFAS
    180. NAYAM
    181. HASYIM
    182. HIJAM
    183. MAIZAD
    184. ASIMAN
    185. RAHILA
    186. LATAF
    187. BARTHAFURAN
    188. ABAN
    189. AURAIS
    190. MUHMATASAR
    191. ANIN
    192. NAMAKH
    193. HANDAWIL
    194. MABSHAL
    195. MUDH’ATAM
    196. THOMIL
    197. THOBIKH
    198. MAHMAM
    199. HAJRAM
    200. ‘ADUN
    201. MANBAD
    202. BARUN
    203. RAWAN
    204. MA’BAN
    205. MAZAHIM
    206. YAHID
    207. LAMA
    208. FARDAN
    209. JABAR
    210. SALUM
    211. ‘IS
    212. HARBAN
    213. JABUK
    214. YABUJ
    215. MINAT
    216. QANUH
    217. DARBAN
    218. SOKHAM
    219. HARODH
    220. HIRADH
    221. HARQIA
    222. NUKMAN
    223. AZMIL
    224. MAZHAM
    225. MAIDAS
    226. YANUKH
    227. YUNUS
    228. SASAN
    229. FARYAM
    230. FARYUSH
    231. SUHAIB
    232. RUKNU
    233. RUKHNU
    234. AMIR
    235. SAHNAQ
    236. ZAHUN
    237. HINIM
    238. AYAB
    239. SOBAH
    240. ARFUN
    241. MIKHLAD
    242. MARHAM
    243. SONID
    244. GHALIB
    245. ABDULLAH
    246. ADRAZIN
    247. ADSAR
    248. ZAHRAN
    249. BAYA’
    250. NADZIR
    251. HAURIN
    252. KAIWASYIM
    253. FATWAN
    254. ‘ABUN
    255. RABAKH
    256. SOBAKH
    257. MASLUN
    258. HIJAN
    259. RUBAL
    260. RABUN
    261. MA’ILA
    262. SAYAN
    263. ARJIL
    264. BAIGHIN
    265. MATDHOH
    266. ROHIN
    267. MAHRAS
    268. SAKHIN
    269. HIRFAN
    270. MAHMUN
    271. HAUDHAN
    272. ALBA’UN
    273. WA’DU
    274. RAKHYUL
    275. BAIGHAN
    276. BAITIHUR
    277. HAUZOBAN
    278. ‘AMIL
    279. ZAHRAM
    280. ‘AIS
    281. SOBIH
    282. YATBA’
    283. JARAH
    284. SUHAIB
    285. SOBHAN
    286. KALMAN
    287. YUKH
    288. SAMYUN
    289. ‘IRDHUN
    290. AUHAR
    291. YALBAQ
    292. BARA’
    293. ‘AIL
    294. KAN’AN
    295. HAFDUN
    296. HISMAN
    297. YASMA’
    298. ‘IRFUR
    299. ARMIN
    300. FADHAN
    301. SOFA
    302. SYAM’UN
    303. RASAS
    304. IQLABUN
    305. SYAKHAM
    306. KHA’IL
    307. AKHYAL
    308. HAYAJ
    309. ZAKARIA (22)
    310. YAHYA (23)
    311. JARJIS
    312. ISA BIN MARYAM (24)
    313. MUHAMMAD S.A.W

  30. zoel mengatakan:

    sebelum adam adalah basyar mungkin manusia purba, setelah itu Allah menyempurnakannya menjadi insan dimana perangkat otaknya lebih sempurna dari basyar, insan pertama inilah disebut adam. Jadi adam itu dilahirkan.

  31. umumu mmimimi mengatakan:

    pada ga jelas koplak

  32. First off I would like to say great blog! I had a quick
    question in which I’d like to ask if you do not mind. I was interested to find out how you center yourself and clear your head before writing. I have had a tough time clearing my mind in getting my ideas out there. I do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are lost simply just trying to figure out how to begin. Any ideas or tips? Thank you!

  33. dinda mengatakan:

    jngan terlalu berpikir secara ilmiah, kadang2 hal hal ilmiah tuh mengkesampingkan adanya Tuhan Semesta Alam

    • tesarphone mengatakan:

      Justru berpikir ilmiah seharusnya membuka kebenaran Islam di mata orang orang kafir dan mendekatkan diri kepada Allah. Hingga saat ini sudah banyak teori teori ilmiah yang baru ditemukan tetapi ternyata sudah terdapat di dalam Al-Quran, tidak terkecuali evolusi. Ilmuwan limuwan islam terdahulu mendapatkan bahwa evolusi itu berasal dari Al-Quran, dalam buku Charles Darwin sendiri pun dikatakan terdapat teori “Muhammedan thoery of evolution” yang dianut oleh umat muslim terdahulu. Silahkan surfing di google untuk informasi lebih lanjut.

  34. al mengatakan:

    m’af saya orang awam….
    kl bkn nabi adam manusia perta…
    m’af sy kurang tau hanya denger crama.
    kl gaslh gini, tidak di ciptakn bumi kcuali krna ada Nur Nabi Muhammad.

  35. Robert Gembelz mengatakan:

    Yang buat Kitab Kalau Nabi adam itu manusia pertama Siapa ?…. apakah Nabi Adam bisa menulis Kitab,kayaknya jaman dulu manusia purba belum mengenal Tulisan, mungkin hanya dongeng para Nabi secara turun temurun ya bro…

  36. alvin mengatakan:

    adam a.s manusia pertama, sebelum itu tidak ada manusia. jangan goblok dan bodoh. muhammadiyah jangan terlalu buat buat masalah lah

  37. hahaha mengatakan:

    wakakkakakakakkakakak…hati2 ama org wahabi tuh……..gw sumpahin yg menyebar artikel ini besoknye gak bisa berak…selama2nya.

  38. erwin mengatakan:

    Kalau agama itu namanya kepercayahan. Berarti agama tidak bisa dibawa atau disamakan dengan akal sehat (logika)

  39. tamin mengatakan:

    Analisanya bagus… Firman Allah tentang penciptaan Adam diutak atik dari segi kaedah bahasa, okelah…

    Tapi simpelnya begini saja… Cari 1 ayat dimana Allah mengatakan bahwa Ia pernah menciptakan manusia lain selain Adam dan dijadikan khalifah???

    Kenapa malaikat tidak bertanya: ” Ya Allah, kenapa Engkau akan menciptakan manusia/khalifah dimuka bumi yang hanya akan menimbulkan perpecahan/pertumpahan darah… bukankah sudah ada manusia purba dan kera2 yang menjadi khalifah,?”

    Disini Anda lebih menitik beratkan argumen Anda pada teori darwinisme dan sejenisnya… maka saya simpulkan kalau Anda ini, pusing belajar bahasa arab untuk bingung sendiri membuat suatu analisa terhada Al-Qur’an (seakan-akan kehebatan Anda sudah mengalahkan para sahabat dan mufassirin).

    Tapi gak apa2… belajar aja lagi… cari sumber lain yang lebih akurat, Insya Allah akan ketemu, dan kalau sudah ketemu… saya akan mempercayai Anda lebih dari kepercayaan saya terhadap para Mufassirin, para Sahabat, Bahkan kepada Nabi Muhammad SAW sendiri.

    Tapi kalau Anda tidak dapat??? kepintaran yang mengakibatkan Anda jadi lucu itu ditinggalkan saja ya bro… malu2in tau???

    Kebodohan Anda lagi tentang bangsa Jin yang tidak kasat mata… tidak kasat mata oleh siapa??? oleh Allah? kalau oleh manusia lah memang belum diciptakan… otak kera kok dipiara sih???…. hadeuhhh…. capek dehhhhhh…

  40. astrajingga mengatakan:

    sy setuju klo Nabi Adam AS bukan makhluk pertama di dunia…. :) , karna beliau diciptakan olehNya sebagai salah satu makhluk yang pertama kali diberikan ilmu ketuhanan (jalan yg lurus) yg memiliki cipta,rasa dan karsa, sehingga disebut makhluk paling mulia/sempurna (insan/ingsun/manusia)….generasi selanjutnya seiring janji Iblis utk selalu menggoda manusia turunan bani Adam sampai kiamat, menjadikan ada manusia yg istiqomah dan ada manusia terkutuk.
    Untuk makhluk yg bentuknya manusia sebelum adanya Nabi Adam, populasinya hampir 99,99% punah karena bencana alam yg sgt dahsyat datang bertubi tubi. walaupun tersisa hanya sedikit sekali sehingga tidak membahayakan Nabi Adam & keluarganya beserta turunannya.

  41. izum aja mengatakan:

    http://www.sciencemag.org/content/342/6157/409.full

    bagaimana dengan artikel ini ??? ditemukan fosil manusia yang berusia 24,000 tahun yang lalu yang berdasarkan test DNA nya dia adalah siberian boy , yang gen-nya mirip dengan gen bangsa indian, Amerika sana. siberian boy ini berarti manusia yang hidup di wilayah perbatasan antara rusia, china , mongolia . kalau Adam as katanya hidup sekitar 6 ,000 tahun yll, lalu …. makhluk ini manusia apa bukan secara dilihat genetisnya lebih mirip manusia ?? apa bukan berarti memang ada manusia sebelum adam ?? mohon jawaban bagi penentang teori “tak ada manusia sebelum adam”

    • Ahsan mengatakan:

      Keterangan yg anda tulis seolah olah Allah Swt tidak berkuasa thd pencipataanNya….
      Dan seolah2 melenceng dr kehendakNya…
      Mohon hati2 dalam mengulas tentang Allah Swt, kekuasan Allah SWT, krn Allah adalah dzat yg maha thd sesuatu apapun…
      Terus penting ya?? Nabi Adam yg prtma atau bukan… yg penting anda adalh manusia yg wajib untuk beribadah itu saja… dan mjd rohmatan lil’alamin…

  42. sajid ahmad sutikno mengatakan:

    Aslmkum sy jg punya pemhaman bhwa Adam a.s bukanlah manusia pertama, tp ada adam adam lain sblum nabi adam a.s.

  43. SUNDA mengatakan:

    HAI KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT, WASPADALAH DENGAN MUSUH-MUSUH ISLAM, MEREKA DENGAN SEGALA DAYA UPAYA AKAN DAN TETAP MAU MENGHANCURKAN ISLAM SAMPAI AKHIR ZAMAN NANTI, BAIK DARI LUAR DAN TERUTAMA YANG PALING BAHAYA ADALAH YANG DARI DALAM (BERPURA-PURA ISLAM) TERNYATA KETURUNAN JIN KAFIR (MISSI). INGAT ITU YA . . . . !!!???

  44. wanajaha mengatakan:

    Muhammadiyah ni melenceng dari ajaran agama islam

  45. joush mengatakan:

    masyaAllah.. yg jarang sholat, jarang baca Al.Quran, Jarang bc buku..hati2 dalam menjudge pandangn dan pemikiran. Agama lain diluar sana pada ketawa dengn adu domba mreka krn ilmu kita dangkal jd hati2 saudara2ku.

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Ditulis oleh M Shodiq Mustika on 31 Maret 2009 · 13 Comments […]



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.